Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
πŸ“

Artikel

πŸ“–

Kitab Suci

πŸ•

Renungan

πŸ“•

Katekismus

β™š

Lainnya

Home

Renungan Harian Katolik, Senin, 15 Juni 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

SENIN PEKAN BIASA XIWarna Liturgi: Hijau Bacaan I -1 Raja-raja 21:1-16Nabot dilempari batu sampai mati. Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja: Nabot, or

Mirifica (Komsos KWI) Β·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Senin, 15 Juni 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

SENIN PEKAN BIASA XI
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I -1 Raja-raja 21:1-16

Nabot dilempari batu sampai mati.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:

Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. Berkatalah Ahab kepada Nabot, β€œBerikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur sebab letaknya dekat rumahku. Sebagai gantinya akan kuberikan kebun anggur yang lebih baik, atau jika engkau lebih suka, akan kubayar harga kebun itu dengan uang.” Jawab Nabot kepada Ahab, β€œSemoga Tuhan mencegah aku memberikan milik pusaka leluhurku kepadamu.”

Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati. Ia gusar karena perkataan Nabot, orang Yizreel itu, β€œAku tidak akan memberikan milik pusaka leluhurku kepadamu.” Maka berbaringlah raja di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya; ia tidak mau makan.

Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya, β€œApa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?” Lalu jawab Ahab kepadanya, β€œSebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu, β€˜Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang
atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kepadamu kebun anggur sebagai gantinya.’ Tetapi sahutnya, β€˜Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu.”

Kata Izebel, isterinya, kepadanya, β€œBukankah engkau yang menjadi raja atas Israel? Bangunlah, makanlah, dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu.”

Izebel lalu menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka
yang diam sekota dengan Nabot. Dalam surat itu ditulisnya demikian, β€œMaklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan, β€˜Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati.”

Para tua-tua dan pemuka yang tinggal sekota dengan Nabot melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka. Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat. Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu,
lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya, β€œNabot telah mengutuk Allah dan raja.” Sesudah itu mereka membawa Nabot ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. Kemudian mereka menyuruh orang kepada Izebel, β€œNabot sudah dilempari sampai mati.”

Segera sesudah mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab, β€œBangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati.” Ketika Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia segera bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.

Demikanlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 5:2-3.5-6.7; Refren:2b

Indahkanlah keluh kesahku, ya Tuhan.

  • Berilah telinga kepada perkataanku, ya Tuhan, indahkanlah keluh kesahku. Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
  • Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.
  • Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Bait Pengantar Injil – Mazmur 119:105
Sabda-Mu adalah pelita bagi kakiku, dan cahaya bagi jalanku.

Bacaan Injil – Matius 5:38-42

Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, β€œKalian mendengar, bahwa dahulu disabdakan, β€˜Mata ganti mata; gigi ganti gigi.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, β€˜Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu, berilah pipi kirimu. Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya, dan jangan menolak orang yang mau meminjam sesuatu dari padamu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Sering kita mendengarkan bahwa ada pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan golongan dengan menggunakan berbagai cara yang merugikan negara dan rakyat. Dalam bacaan pertama menampilkan kisah Ahab yang ingin merebut kebun anggur Nabot. Ahab menginginkan kebun anggur Nabot bukan karena kebutuhan, melainkan karena keserakahan dan keinginan untuk memperluas kekuasaannya. Ahab bekerja sama dengan istrinya, Izebel, dengan menggunakan kekuasaan untuk menekan Nabot dan merebut kebun anggurnya secara paksa. Tindakan ini menunjukkan bahwa kekuasaan yang tidak diimbangi dengan keadilan dan kasih sayang dapat menjadi alat penindasan.

Yesus dalam bacaan Injil mengajarkan bagaimana kita harus bersikap dalam menghadapi tindakan kekerasan dan ketidakadilan. Yesus tidak menyuruh kita untuk membalas dendam atau melawan kekerasan dengan kekerasan, sebaliknya Ia mengajarkan kita untuk mengampuni dan membantu orang lain bahkan kepada musuh kita. Ajaran Yesus ini menekankan betapa pentingnya kasih sayang, keadilan dan pengampunan dalam kehidupan kita.

Melalui kisah Ahab kita selalu diingatkan untuk menghargai hak-hak orang lain dan tidak menyalahgunakan kekuasaan. Sementara Yesus memberikan contoh bagaimana kita harus bersikap dalam menghadapi ketidakadilan yang kita alami. Kita tidak boleh membalas dendam, tetapi memilih untuk mengampuni.

Tuhan Yesus, ajarilah kami supaya berani bersikap adil dan jujur serta penuh kasih sayang kepada sesama, amin.

HUT Tahbisan Imam Mgr. Hilarion Datus Lega (Uskup Keuskupan Sufragan Sorong-Manokwari)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait