RABU PEKAN BIASA XVII
Peringatan Wajib Santa Marta, Maria & Lazarus
Santo Simplisius
Santo Faustinus & Beatriks
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I – 1 Yohanes 4:7-16
Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Anak-anakku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.
Anak-anakku kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita maka haruslah kita pun saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11 – Refren:2a
Tuhanlah tempat pengungsianku pada waktu kesesakan.
- Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
- Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
- Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
- Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
- Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun.
Bait Pengantar Injil – Yohanes 8:12b
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, dan ia akan mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil – Yohanes 11:19-27
Aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Demikianlah Sabda Tuhan
Renungan
Kita melihat dua sisi pelayanan kepada Yesus melalui kisah Marta dan Maria. Marta sibuk dengan berbagai persiapan untuk menjamu Yesus, sementara Maria memilih untuk duduk di dekat kaki-Nya dan mendengarkan perkataan-Nya. Marta merasa terbebani dan meminta Yesus menegur Maria. Namun, Yesus dengan lembut berkata, “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari dia.”
Peristiwa ini sering kali ditafsirkan sebagai kontras antara tindakan dan kontemplasi, antara pelayanan aktif dan mendengarkan Sabda. Namun, esensinya adalah tentang prioritas dan keseimbangan. Marta menunjukkan keramahan dan pelayanan praktis yang penting, tetapi Maria menyadari bahwa mendengarkan dan bersekutu dengan Yesus adalah yang terutama. Yesus tidak menolak pelayanan Marta, tetapi Ia menyoroti bahwa ada kebutuhan yang lebih mendasar, yaitu kebutuhan rohani untuk bersekutu dengan-Nya.
Peringatan Santa Marta, Maria, dan Lazarus mengajak kita untuk merenungkan keseimbangan dalam hidup rohani kita. Kita dipanggil untuk melayani Tuhan dan sesama melalui berbagai cara. Namun, kita juga perlu meluangkan waktu untuk duduk di kaki Yesus, mendengarkan Sabda-Nya, dan memelihara hubungan pribadi dengan Dia. Seperti Marta dan Maria yang keduanya dikasihi Yesus, kita pun dipanggil untuk mengintegrasikan tindakan dan kontemplasi dalam hidup kita sehingga pelayanan kita berakar pada kasih dan pemahaman yang mendalam akan Kristus.
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk menemukan keseimbangan yang benar antara melayani-Mu dan bersekutu dengan-Mu. Mampukan kami untuk meneladani Marta dalam pelayanan yang penuh kasih dan Maria dalam mendengarkan Sabda-Mu dengan hati yang terbuka, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.