Tanggal: 1 Mei 2026
Perayaan: St. Yusuf Pekerja
Warna Liturgi: Putih
📖 Bacaan Pertama
Kis. 13:26-33
Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.
Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.
Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.
Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.
Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.
Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.
Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,
telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.
🎵 Mazmur Tanggapan
Mazmur 2:6-7.8-9.10-11
“Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”
Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,
✝️ Bacaan Injil
Yohanes 14:1-6
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Bekerja keras dalam diam adalah ciri khas sosok yang kita rayakan hari ini: Santo Yosef. Di balik kesunyian langkahnya, tersimpan kekuatan besar: kerja keras, iman, dan cinta.
la tidak dikenal karena kata-kata besar atau karya spektakuler, tetapi karena kesetiaannya dalam hal-hal kecil. Dalam diam dan kerja keras, ia menunjukkan bahwa iman sejati tumbuh di tengah keseharian.
Bacaan Pertama mengingatkan kita bahwa janji Allah bukan sekadar wacana, melainkan sungguh-sungguh tergenapi dalam pribadi Yesus.
Yesus sendiri hadir bukan untuk menuntut kesempurnaan, melainkan untuk menjadi tempat pulang bagi mereka yang letih lesu dan terluka. Dialah satu-satunya tempat kita bisa datang tanpa harus berpura-pura kuat. Kita tak perlu layak dulu untuk datang kepada-Nya.
Dalam Injil kita mendengar bahwa ketika murid-murid dilanda kegelisahan dan ketakutan, Yesus tidak menawarkan solusi cepat dan instan. la justru memberikan kepada mereka apa yang terdalam dan terpenting, yakni diri-Nya sendiri.
“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Sebab la tahu, manusia bukan hanya butuh jawaban, melainkan juga tempat aman untuk melepaskan topeng, meletakkan beban, dan menangis tanpa rasa malu.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul mengingatkan kita bahwa janji keselamatan Allah terwujud dalam Yesus Kristus. Meskipun pemimpin Yerusalem tidak mengakui-Nya, Allah membangkitkan-Nya dari kematian dan menjadikannya saksi bagi kita. Di tengah kesibukan dan tantangan kehidupan sehari-hari, kita diundang untuk merenungkan kesetiaan Santo Yosef yang bekerja dalam diam. Ia adalah teladan bagi kita bahwa iman sejati terjalin dalam ketaatan dan kerja keras, sekalipun dalam hal-hal kecil.
Injil Yohanes mengajak kita untuk memahami bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Ketika murid-murid-Nya dilanda kegelisahan, Yesus tidak memberikan solusi instan, melainkan diri-Nya sendiri sebagai tempat perlindungan. Dalam dunia yang penuh tekanan, kita sering merasa terasing dan kehilangan arah. Namun, Yesus hadir sebagai jaminan bahwa kita tidak perlu berpura-pura kuat. Kita dapat datang kepada-Nya dengan segala beban dan ketakutan kita.
Aplikasi dari renungan ini mengajak kita untuk menemukan kekuatan dalam kesunyian dan ketekunan. Dalam setiap langkah kecil kita, kita diajak untuk menyadari bahwa iman tidak hanya tumbuh dalam momen-momen besar, tetapi juga dalam keseharian yang sederhana. Santo Yosef mengajarkan kita bahwa hidup dalam iman adalah tentang kesetiaan yang tertanam dalam tindakan nyata, dan Yesus mengajak kita untuk tidak takut, karena Dia senantiasa menyertai perjalanan hidup kita.