Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
๐Ÿ“

Artikel

๐Ÿ“–

Kitab Suci

๐Ÿ•

Renungan

๐Ÿ“•

Katekismus

โ™š

Lainnya

Home

Sikap Para Reformis Protestan Awal: Kontradiksi Antara Generasi Pertama dan Protestantisme Radikal Modern

Ironi sejarah: Luther, Calvin, dan Zwingli justru mempertahankan dogma Mariologi yang kini diserang oleh protestan radikal modern

Tim DKC ยท
Bagikan:
Sikap Para Reformis Protestan Awal: Kontradiksi Antara Generasi Pertama dan Protestantisme Radikal Modern
100%
Daftar Isi

SIKAP PARA REFORMIS PROTESTAN AWAL: KONTRAKDIKSI ANTARA GENERASI PERTAMA DAN PROTESTANISME RADIKAL MODERN

Salah satu ironi terbesar dari polemik anti-Mariologi yang dilancarkan oleh kelompok protestanisme radikal modern seperti yang terlihat dalam narasi video Verbum Veritatis adalah bahwa pandangan mereka justru bertentangan keras dengan keyakinan para Reformis Protestan awal (abad ke-16).

Para Reformis historis seperti Martin Luther, Ulrich Zwingli, dan John Calvin tidak pernah menggunakan bahasa yang menghina, melecehkan, atau menyebut doktrin-doktrin dasar Mariologi sebagai โ€œomong kosongโ€. Sebaliknya, dalam tulisan-tulisan primer mereka, para Reformis awal mempertahankan status istimewa Maria, termasuk keperawanan abadi (Semper Virgo) dan gelarnya sebagai Theotokos (Bunda Allah).

I. MARTIN LUTHER: PENGHORMATAN DAN PEMELIHARAAN

MAGNIFICAT Martin Luther, bapak Reformasi Protestan, mempertahankan devosi yang sangat mendalam dan penuh hormat kepada Santa Perawan Maria sepanjang hidupnya. Ia menolak penyembahan berhala (idolatry), namun ia dengan tegas mengutuk mereka yang meremehkan Maria. - โ€‹ Mengenai Gelar Bunda Allah (Theotokos): Dalam khotbahnya pada pesta Maria Menerima Kabar Sukacita (1532), Luther menyatakan:โ€œDalam frasa โ€˜Lahir dari Perawan Mariaโ€™ โ€ฆ dikandung oleh Roh Kudus โ€ฆ terkandung doktrin bahwa Maria adalah Bunda Allah sejati (Theotokos). Kita tidak boleh mengurangi kehormatan yang telah diberikan Allah kepadanya.โ€ - โ€‹ Mengenai Keperawanan Abadi Maria (Aei-Parthenos / Semper Virgo): Dalam tulisan Das Magnificat (1521), Luther menulis dengan sangat indah bahwa Maria tidak memiliki anak-anak lain selain Yesus dan tetap perawan selamanya. Luther memandang Maria sebagai contoh tertinggi dari rahmat Allah yang bekerja pada manusia. - โ€‹ Mengenai Keibuan Spiritual: Luther dalam Khotbah Natal (1529) menyatakan:โ€œMaria adalah ibu Yesus, dan dia adalah ibu kita semuaโ€ฆ Jika Kristus adalah milik kita, kita harus berada di tempat Dia berada; dan semua yang menjadi milik-Nya harus menjadi milik kita, karena itu ibunya juga adalah ibu kita.โ€

II. JOHN CALVIN: PENGAKUAN ATAS BUNDA ALLAH DAN PERAWAN

SUCI John Calvin, tokoh utama teologi Reformed, dikenal sangat ketat dalam hal kedaulatan Allah. Meskipun demikian, ia tetap menunjukkan rasa hormat akademis dan teologis yang tinggi kepada Maria, sangat jauh dari retorika kasar teolog amatir masa kini. - โ€‹ Mengenai Gelar Theotokos: Dalam komentarnya terhadap Lukas 1:43 (โ€œIbu Tuhankuโ€), Calvin menulis dalam Commentary on a Harmony of the Evangelists (Volume 1):โ€œElisabet menyebut Maria โ€˜Ibu Tuhankuโ€™. Ini menunjukkan bahwa kesatuan pribadi dalam dua kodrat Kristus membuat Maria secara sah disebut sebagai Bunda Allah, karena Ia yang dikandungnya adalah Anak Allah yang kekal.โ€ - โ€‹ Mengenai Keperawanan Abadi Maria: Calvin secara eksplisit menolak penafsiran bahwa frasa โ€œsaudara-saudara Yesusโ€ dalam Perjanjian Baru berarti Maria melahirkan anak-anak lain. Dalam komentarnya terhadap Matius 1:25, Calvin menyebut pandangan bahwa Maria memiliki anak lain setelah Yesus sebagai pandangan yang โ€œspekulatif, bodoh, dan tidak alkitabiah.โ€ Ia setuju bahwa โ€œsaudaraโ€ di situ adalah kerabat atau sepupu (mengikuti tradisi patristik).

III. ULRICH ZWINGLI: PERTAHANAN RADIKAL ATAS KEPERAWANAN

MARIA Ulrich Zwingli, reformis dari Swiss yang sering kali dianggap lebih radikal daripada Luther, justru sangat dogmatis dan keras dalam membela kehormatan Maria. - โ€‹ Mengenai Penghormatan kepada Maria: Dalam dokumen Khotbah di Pesta Asumsi Maria (1522), Zwingli menegaskan:โ€œAku sangat menghargai Bunda Allah, Perawan Maria yang selamanya suci dan murniโ€ฆ Semakin kehormatan dan cinta kepada Kristus tumbuh di antara manusia, semakin tinggi pula penghargaan dan penghormatan yang harus diberikan kepada Maria.โ€ - โ€‹ Mengenai Keperawanan Abadi: Dalam tulisan Amica Exegesis (1527), Zwingli menulis dengan kalimat yang sangat tegas:โ€œAku percaya dengan teguh bahwa Maria, sesuai dengan kata-kata Injil, sebagai Perawan murni telah melahirkan bagi kita Anak Allah dan dalam kelahiran serta setelah kelahiran, dia tetap menjadi Perawan yang murni dan tak ternoda selamanya.โ€

IV. KESIMPULAN: KETIDAKSESUAIAN HISTORIS PROTESTANTISME

MODERN Ketika narator video Verbum Veritatis menyerang doktrin Keibuan Maria dengan retorika ekstrem dan mengklaim membela prinsip โ€œProtestantismeโ€, ia VV sebenarnya sedang menciptakan teologi baru yang asing bagi para Reformis Protestan awal itu sendiri.

Para Reformis awal menolak penyembahan kepada Maria (Mariolatry), tetapi mereka tetap mempertahankan kerangka Kristologis dan Patristik yang menghormati Maria sebagai Theotokos dan contoh iman Gereja.

Gerakan anti-Mariologi yang radikal, sinis, dan vulgar yang menganggap penghormatan pada Maria sebagai โ€œomong kosongโ€ barulah muncul kemudian melalui sekte-sekte Anabaptis ekstrem dan berkembang pesat dalam teologi fundamentalis abad ke-19 dan ke-20. Secara historis, jika pembicara video tersebut hidup pada abad ke-16, mereka akan dikutuk sebagai bidah bukan hanya oleh Paus di Roma, tetapi juga oleh Martin Luther, John Calvin, dan Ulrich Zwingli.

Artikel Terkait