Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Renungan 23 Oktober 2026, Radio Bukan Sekadar Suara: Menemukan Panggilan Dan Bertahan Di Era Digital

MIRIFICA.NET – Bp. Jose Marwoto mengajak insan radio komunitas menemukan kembali makna pelayanan, beradaptasi dengan teknologi, serta membangun kedeka

Mirifica (Komsos KWI) ·
Bagikan:
Renungan 23 Oktober 2026, Radio Bukan Sekadar Suara: Menemukan Panggilan Dan Bertahan Di Era Digital
100%

MIRIFICA.NET – Bp. Jose Marwoto mengajak insan radio komunitas menemukan kembali makna pelayanan, beradaptasi dengan teknologi, serta membangun kedekatan dengan pendengar sebagai kunci keberlanjutan.

Denpasar, 23 Oktober 2026 — Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, video pendek, dan kecerdasan buatan (AI), radio menghadapi tantangan untuk tetap relevan. Namun, bagi Bp. Jose Marwoto, masa depan radio tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuannya menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan pendengar.

Dalam sesi “Strategi Keberlanjutan dan Transformasi Digital Radio Komunitas”, Jose mengajak para pegiat radio untuk kembali pada pertanyaan mendasar: mengapa mereka memilih berkarya di radio dan untuk siapa mereka melayani?

Sebuah suara yang menghadirkan harapan

Jose membagikan kisah seorang pendengar yang pernah berada di titik terendah dalam hidupnya akibat persoalan rumah tangga dan kesepian. Pada malam ketika perempuan itu merasa tidak memiliki alasan untuk bertahan hidup, ia mendengar siaran Jose tentang bagaimana Tuhan dapat bekerja melalui penderitaan untuk mendatangkan kebaikan.

Pesan sederhana itu memberinya kekuatan untuk melewati masa sulit. Bagi Jose, pengalaman tersebut menegaskan bahwa siaran radio yang terasa biasa bagi penyiar bisa memiliki arti besar bagi orang yang mendengarkannya.

Dari sana, ia menemukan salah satu alasan terpenting untuk bertahan di radio: menolong jiwa-jiwa yang mendengarkan.

Jose mengaitkan refleksi ini dengan gagasan Start with Why dari Simon Sinek. Menurutnya, ketika insan radio memahami alasan dan panggilan mereka, tantangan tidak semata-mata menjadi beban, tetapi dapat mendorong kreativitas dan pembaruan. Bagi radio Katolik, identitas pelayanan perlu menjadi pijakan dalam menghadapi perubahan zaman.

Tiga strategi: on air, online, dan on site

Untuk memperluas jangkauan, Jose menawarkan tiga pendekatan yang saling melengkapi.

  • On air: mempertahankan kekuatan siaran konvensional melalui suara, musik, informasi, dan interaksi dengan pendengar.
  • Online: memanfaatkan streaming, situs web, aplikasi, dan media sosial dengan menyesuaikan konten pada karakter setiap platform.
  • On site: hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan di sekolah, kampus, kafe, pusat perbelanjaan, dan ruang publik.

Ketiganya dapat saling mendukung. Kegiatan di lapangan bisa diolah menjadi konten digital, sementara siaran dapat diperluas jangkauannya melalui media sosial. Dengan demikian, teknologi bukan sekadar pesaing, melainkan sarana untuk memperkuat kehadiran radio.

Merangkul generasi baru dan menjawab kebutuhan pendengar

Tantangan lainnya adalah regenerasi audiens. Radio yang hanya mengandalkan pendengar lama berisiko kehilangan pendengar secara bertahap jika tidak menjangkau anak-anak dan kaum muda.

Jose mendorong radio untuk melibatkan generasi baru sebagai bagian dari proses kreatif. Anak-anak dapat diajak bernyanyi, bercerita, membaca puisi, atau menyampaikan salam. Sementara itu, kaum muda dapat diberi ruang untuk berbagi pengalaman, prestasi, dan refleksi melalui program radio maupun konten audiovisual.

Lebih dari sekadar membuat program yang dianggap menarik, radio perlu memahami kebutuhan nyata pendengarnya. Pengelola dan penyiar perlu membangun percakapan, menjumpai komunitas, serta mencari tahu persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Menurut Jose, pendengar akan tetap membutuhkan radio selama media tersebut mampu memberikan manfaat dan solusi bagi kehidupan mereka. Karena itu, radio tidak boleh hanya memproduksi konten berdasarkan asumsi, tetapi harus belajar mendengarkan dan memahami audiensnya.

Keberlanjutan dibangun melalui komunitas

Transformasi digital juga memengaruhi keberlanjutan finansial. Ketika sebagian pengiklan beralih ke media sosial, radio perlu mencari pendekatan baru untuk membangun dukungan.

Jose memperkenalkan gagasan community-driven radio, yaitu radio yang tidak sekadar memiliki pendengar, tetapi tumbuh bersama komunitasnya. Masyarakat dapat terlibat melalui interaksi, kolaborasi program, donasi, sponsor, maupun dukungan lainnya.

Salah satu caranya ialah membangun hubungan dengan pelaku usaha, sekolah, kampus, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. Radio dapat memberi mereka ruang untuk berbagi cerita dan memperkenalkan kegiatan melalui siaran, video, media sosial, maupun artikel.

Jose menekankan prinsip relasi harus mendahului transaksi. Hubungan perlu dibangun melalui kepercayaan dan manfaat bersama, bukan semata-mata untuk meminta dukungan finansial. Ketika komunitas merasa dekat dan memiliki radio, peluang kerja sama akan lebih terbuka.

Bagi radio pelayanan, keberlanjutan bukan hanya soal pendapatan. Keberlanjutan juga berarti menjaga kepercayaan, merawat komunitas, mempertahankan identitas, dan memastikan misi pelayanan tetap berjalan.

Tetap relevan, tetap menjadi berkat

Pesan utama Jose Marwoto adalah bahwa radio harus terus belajar dan beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya. Teknologi akan berubah, perilaku audiens berkembang, dan sumber dukungan finansial mungkin bergeser. Namun, radio tetap memiliki kekuatan melalui kedekatan, interaksi, dan kemampuannya menemani kehidupan manusia.

Kisah pendengar yang menemukan harapan melalui sebuah siaran sederhana menunjukkan bahwa keberhasilan radio tidak selalu tercermin dalam angka pendengar atau jumlah tayangan. Ada dampak yang tidak terlihat, tetapi sangat berarti.

Karena itu, pertanyaan bagi radio bukan hanya bagaimana bertahan menghadapi perkembangan teknologi, melainkan bagaimana terus menjadi bagian yang dibutuhkan masyarakat.

Radio yang mampu memahami panggilannya, merangkul generasi baru, menjawab kebutuhan pendengar, dan membangun komunitas yang kuat memiliki peluang untuk terus bertumbuh. Sebab, radio yang bertahan bukan hanya radio yang terus mengudara, melainkan radio yang kehadirannya tetap berarti bagi sesama.

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait