Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Renungan Harian Katolik, Senin, 8 Juni 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

SENIN PEKAN BIASA XSanto Eugenius III – PausSanto Adrianus IIISanto ProkopiusBeato Gregorius Grassi & Marie Hermine, dkk.Warna Liturgi: Hijau Bacaan

Mirifica (Komsos KWI) ·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Senin, 8 Juni 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

SENIN PEKAN BIASA X
Santo Eugenius III – Paus
Santo Adrianus III
Santo Prokopius

Beato Gregorius Grassi & Marie Hermine, dkk.
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Raja-raja 18:20-39

Semoga bangsa ini mengetahui bahwa Engkaulah Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka bertobat.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:

Sekali peristiwa Raja Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi Baal ke gunung Karmel. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata, “Berapa lama lagi kalian berlaku timpang dan mendua hati? Kalau Tuhan itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia!” Tetapi rakyat itu tidak menjawab sepatah kata pun. Lalu Elia berkata lagi kepada rakyat, “Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi Tuhan, padahal nabi-nabi Baal berjumlah empat ratus lima puluh orang. Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan. Biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh memasang api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya di atas kayu api dan juga tidak akan memasang api. Kemudian biarlah kalian memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama Tuhan. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” Seluruh rakyat menyahut, “Baiklah demikian!”

Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu, “Karena kalian berjumlah banyak, pilihlah dahulu seekor lembu dan olahlah. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kalian tidak boleh memasang api.” Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, lalu mengolahnya. Kemudian mereka memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya, “Ya Baal, jawablah kami!” Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang mereka buat.

Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya, “Panggilah lebih keras! Bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin sedang ada urusan, atau mungkin ia bepergian. Barangkali ia tidur, dan belum terjaga.” Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan kurban petang; tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda.

Kemudian Elia berkata kepada seluruh rakyat, “Mari mendekat kepadaku.” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepada Elia. Lalu ia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan itu. Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. Kepada Yakub ini telah datang sabda Tuhan, “Engkau akan bernama Israel.” Lalu Elia mendirikan batu-batu itu menjadi sebuah mezbah demi nama Tuhan dan membuat suatu parit yang dapat memuat dua sukat benih di sekeliling mezbah itu. Ia menyusun kayu api, memotong lembunya, dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api. Sesudah itu ia berkata, “Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas kurban bakaran serta ke atas kayu api itu!” Kemudian kata Elia, “Buatlah begitu untuk kedua kalinya!” Dan mereka berbuat demikian untuk kedua kalinya. Lalu katanya lagi, “Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!” Dan mereka berbuat demikian untuk ketiga kalinya, sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itu pun penuh dengan air.

Kemudian pada waktu mempersembahkan kurban petang, tampillah nabi Elia dan berkata, “Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel, dan bahwa aku ini hamba-Mu; dan bahwa atas sabda-Mulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka bertobat.”

Lalu turunlah api Tuhan menyambar habis kurban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata, “Tuhan, Dialah Allah! Tuhan, Dialah Allah!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 16:1-2a.4.5.8.11; Refren:1

Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

  • Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku.”
  • Bertambahlah kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan kurban curahan mereka, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka dengan bibirku.
  • Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
  • Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil – Mazmur 25:4c.5a
Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.

Bacaan Injil – Matius 5:17-19

Aku datang untuk menggenapi hukum.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Janganlah kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu yota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.’

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam seruan apostolik Gaudette et Exsultate (Bergembira dan Bersukacitalah), Paus Fransiskus mengatakan bahwa Sabda Bahagia merupakan kartu identitas Kristiani. “Kalau seseorang bertanya, ‘Apakah yang mesti dilakukan untuk menjadi orang Kristiani yang baik?’ jawabannya sederhana: Kita perlu menjalankan, masing-masing dengan caranya sendiri, apa yang dikatakan Yesus dalam Sabda Bahagia” (no. 62). Hari ini, kita mau merenungkan tentang lapar dan haus. Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat. 5:6). Lapar dan haus merupakan pengalaman yang mendalam, sebab keduanya melibatkan kebutuhan dasar dan naluri kita untuk bertahan hidup” (GE, no. 77). Demikian juga ketika kita lapar dan haus, kita ingin segera makan dan minum, entah pada saat sedang bekerja entah pada saat melakukan perjalanan jauh.

Nabi Elia ketika bersembunyi di tepi Sungai Kerik, di sebelah timur Sungai Yordan (1Raj. 17:3) juga merasa lapar dan haus. Bagaimana dia memenuhi kebutuhan dasarnya ini? Apa yang dia lakukan? Sebagaimana diperintahkan Tuhan kepadanya, “Pada waktu pagi dan petang, burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu” (ay. 6). Burung-burung gagak itu tahu bahwa mereka adalah utusan Tuhan sehingga mereka tidak memanfaatkan roti dan daging untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi membawanya kepada Nabi Elia yang lapar dan haus. Nabi Elia pun bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Ia dipulihkan oleh Allah.

Yesus dalam Injil hari ini menjanjikan bahwa mereka yang lapar dan haus, teristimewa lapar dan haus akan kebenaran, akan dipuaskan. Karena itu, bagi kita orang-orang Kristiani, kalau lapar dan haus akan kebenaran biarlah Allah saja yang memuaskan kita. Marilah kita hidup dalam kebenaran dengan bertindak dan berbicara secara jujur.

Tuhan, buatlah kami untuk selalu haus dan lapar akan kebenaran dan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang bertentangan dengan kebenaran, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait