SENIN PEKAN BIASA XIV
Santa Maria Goretti
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I -Hosea 2:13.14b-15.18-19
Aku akan menjadikan dikau isteriku untuk selama-lamanya.
Bacaan dari Nubuat Hosea:
Inilah sabda Tuhan, βAku akan membujuk umat kesayangan-Ku dan membawanya ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Di sana ia akan merelakan diri seperti pada masa mudanya, seperti ketika ia berangkat keluar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah firman Tuhan, engkau akan memanggil Aku βSuamikuβ, dan tidak lagi memanggil Aku βBaalkuβ.
Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.β
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan β Mazmur 145:2-3.4-5.6-7.8-9 β R:8a
Tuhan itu pengasih dan penyayang.
- Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji, kebesaran-Nya tidak terselami.
- Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
- Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
- Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Bait Pengantar Injil β 2 Timotius 1:10b
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.
Bacaan Injil β Matius 9:18-26
Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, βAnakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.β Lalu Yesus pun bangun, dan bersama-sama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
Karena katanya dalam hati, βAsal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.β
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, βTeguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan dikau.β Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu.
Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu, dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, βPergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!β Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Dalam Injil hari ini, kita membaca dua mukjizat Yesus yang saling terkait. Pertama, seorang pemuka datang kepada Yesus dengan penuh harapan memohon agar putrinya yang sudah meninggal dibangkitkan. Kedua, di tengah perjalanan untuk membangkitkan putri pemuka itu, seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan juga mendekati Yesus dengan iman yang besar, percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah Yesus, ia akan sembuh.
Yesus merespons kedua orang ini dengan penuh kasih dan kuasa. Ia menyembuhkan perempuan itu dengan mengatakan, βImanmu telah menyelamatkan engkau,β dan kemudian membangkitkan anak pemuka tersebut dari kematian. Kedua peristiwa ini mengajarkan kepada kita tentang kuasa iman dan keberanian untuk percaya bahwa Tuhan dapat melakukan mukjizat dalam hidup kita, meskipun situasi tampak tidak mungkin.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada tantangan dan kesulitan yang membuat kita merasa putus asa. Namun, seperti perempuan yang percaya bahwa sentuhan Yesus akan menyembuhkan, atau pemuka yang tetap berharap meskipun anaknya sudah mati, kita juga diajak untuk memercayakan hidup kita kepada-Nya.
Ya Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan iman yang penuh harapan. Ajar kami untuk tetap percaya dan mengandalkan kekuatan-Mu dalam setiap situasi hidup kami. Mampukanlah kami menjadi saksi iman bagi orang-orang di sekitar kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.