Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Renungan Harian Katolik, Selasa, 8 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

SELASA PEKAN BIASA XXIIIPesta Kelahiran Santa Perawan MariaWarna Liturgi: Putih Bacaan I – Mikha 5:1-4aTibalah saatnya perempuan yang mengandung itu m

Mirifica (Komsos KWI) ·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Selasa, 8 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

SELASA PEKAN BIASA XXIII
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Mikha 5:1-4a

Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan.

Bacaan dari Nubuat Mikha:

Beginilah firman Tuhan: “Hai Betlehem di wilayah Efrate, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 13:6ab.6cd – Refren: Yes 61:10

Aku bersukacita dalam Tuhan.

  • Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.
  • Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Bacaan Injil – Matius 1:1-16.18-23

Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia. Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang firman Tuhan yang dinyatakan oleh nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pengalaman hidup bersama menyatakan bahwa hidup berbarengan dengan orang-orang yang mapan, yang punya potensi, yang punya segalanya, membuat kita merasa kecil, bahkan terusik karena latar belakang kita yang penuh dengan segala keterbatasan. Kita yang merasa kecil dan tak berdaya hendaknya memiliki pengharapan akan penyelenggaraan Ilahi. Nabi Mikha dalam Bacaan Pertama mengingatkan kita bahwa yang kecil bukan berarti berada di luar perhatian Allah. Tuhan justru memilih yang kecil seperti Betlehem untuk menjadi awal dari karya-karya besar Nya. Artinya, Tuhan bisa memakai siapa saja dan apa saja, termasuk diri kita yang biasa-biasa saja untuk melakukan hal luar biasa, asalkan kita mau membuka hati dan percaya kepada-Nya.

Dalam Injil, kita mendengar bagaimana Tuhan memilih yang sederhana, gadis dari desa untuk melahirkan Putra Penebus dunia. Santo Yosef dibimbing oleh Tuhan agar tetap taat pada kehendak Nya, yakni mengambil Maria, gadis sederhana itu sebagai istrinya yang akan melahirkan Sang Penebus, Juruselamat dunia. Dengan demikian, bacaan-bacaan suci hari ini mewartakan kepada kita bahwa Tuhan memakai orang yang membuka hati dan taat pada kehendak-Nya, meskipun menurut ukuran manusia, orang tersebut tidak layak untuk tugas mulia itu. Pewartaan ini sekaligus mengajak kita untuk selalu terbuka dan taat pada kehendak Allah serta tekun melaksanakannya.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk membuka hati kepada kehendak-Mu dan senantiasa menaruh pengharapan bahwa hanya Engkaulah yang bisa mengubah hidup kami yang kecil dan menjadikan kami pribadi yang luar biasa, amin.

HUT Tahbisan Imam Mgr. Hironimus Pakaenoni (Uskup Agung Kupang)

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait