SELASA PEKAN BIASA XIV
Beato Maria Romero Meneses
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I – Hosea 8:4-7.11-13
Mereka menabur angin dan akan panen puting beliung.
Bacaan dari Nubuat Hosea:
Tuhan bersabda, “Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku. Mereka mengangkat pemuka, tapi tanpa setahu-Ku. Bagi dirinya mereka telah membuat berhala-berhala dari emas dan perak. Maka mereka dibinasakan. Aku menolak anak lembumu, hai Samaria. Murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama orang-orang Israel ini tidak dapat disucikan? Sebab patung anak lembu itu kan dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan remuklah anak lembu Samaria itu! Mereka menabur angin! Maka mereka akan menuai puting beliung. Gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak akan menghasilkan tepung! Dan seandainya menghasilkan, maka orang-orang asing akan menelannya.
Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah. Tetapi mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa. Sekalipun Kutuliskan banyak pengajaran baginya, semuanya akan mereka anggap sebagai sesuatu yang asing. Mereka menyukai kurban sembelihan. Mereka mempersembahkan daging dan memakannya. Tetapi Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Tuhan akan mengingat kesalahan mereka dan menghukum dosa mereka. Mereka harus kembali ke Mesir.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10; Refren:9a
Hai umat, percayalah kepada Tuhan.
- Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
- Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium.
- Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
- Hai Israel, percayalah kepada Tuhan: Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada Tuhan! Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.
Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:14
Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
Bacaan Injil – Matius 9:32-38
Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya!
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.
Maka heranlah orang banyak, katanya, “Hal semacam ini belum pernah dilihat orang di Israel!” Tetapi orang Farisi berkata, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan
Yesus menyembuhkan seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah itu, banyak orang yang terheran-heran dan memuji Allah, tetapi beberapa ahli Taurat malah mencemooh dan mengatakan bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa pemimpin setan. Meskipun demikian, Yesus tidak terpengaruh oleh kritikan, dan tetap melanjutkan karya-Nya.
Lalu, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya tentang betapa banyaknya orang yang membutuhkan pertolongan dan pengajaran-Nya. Dia mengatakan bahwa “tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”. Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk berdoa agar Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja yang siap membantu dalam panen-Nya.
Kisah ini mengingatkan kita tentang pentingnya kerendahan hati dan komitmen untuk melayani, seperti Yesus yang tidak terhalang oleh kritik dan terus membawa kebaikan kepada dunia. Zaman sekarang, banyak orang yang masih terbelenggu dalam kekurangan, baik fisik, emosional, maupun rohani. Kita semua dipanggil untuk menjadi pekerja-pekerja yang membawa kasih dan pertolongan Tuhan kepada mereka.
**
Ya Tuhan, ajari kami untuk selalu melayani dengan hati yang penuh kasih, seperti yang Engkau contohkan. Semoga kami mampu menjadi alat Mu dalam membawa kedamaian dan pertolongan kepada dunia ini, amin.**
HUT Tahbisan Imam: Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX (Uskup Keuskupan Sufragan Padang),
Mgr. Ewaldus Martinus Sedu (Uskup Keuskupan Sufragan Maumere),
Mgr. Aloysius Murwito OFM (Uskup Keuskupan Sufragan Agats)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.