SELASA PEKAN BIASA XXI
Santo Ludovikus
Santo Yosef dari Calasanz – Imam
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I – 2 Tesalonika 2:1-3a.13b-17
Berpeganglah pada ajaran-ajaran yang telah kalian terima dari kami.
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara, tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpulnya kita dengan Dia, kami minta kepadamu, jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat yang dikatakan berasal dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Hendaknya kalian Jangan sampai disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga.
Allah dari mulanya telah memilih kalian untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kalian dan dalam kebenaran yang kalian percayai. Untuk itulah Ia telah memanggil kalian lewat Injil yang kami wartakan, sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab itu berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kalian terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.
Semoga Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, menghibur dan memperkuat hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik, sebab Allah mengasihi kita, Ia memberi kita hiburan dan harapan baik karena kasih karunia-Nya.
Demikanlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 96:10.11-12a.12b-13 – Refren:13ab
Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.
- Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
- Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
- Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
Bait Pengantar Injil – Ibrani 4:12
Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.
Bacaan Injil – Matius 23:23-26
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya kalian telan.
Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Tak jarang kita melihat orang yang sangat peduli pada penampilan luar – dengan filter, caption bijak, atau aksi sosial yang dipamerkan. Namun, kadang, semua itu hanya lapisan luar. Tuhan menghendaki bukan sekadar “tampilan rohani” yang rapi, melainkan terutama hati yang benar dan hidup yang adil.
Yesus dalam Injil hari ini menegur orang Farisi yang rajin menjalankan aturan agama, seperti membayar persepuluhan, tetapi lupa hal yang lebih penting: keadilan, belas kasih, dan kesetiaan. Ia memakai gambaran kuat: Mereka membersihkan bagian luar cawan, tetapi bagian dalamnya penuh kerak. Ini adalah kritik atas kemunafikan – beragama secara lahiriah, tetapi mengabaikan semangat kasih yang menjadi intinya.
Santo Vincentius a Paulo berkata, “Kasih adalah meletakkan diri kita dalam pelayanan sesama dengan rendah hati.” Inilah praktik moral sosial yang dikehendaki Tuhan: Bukan hanya memberi derma dari kelebihan, melainkan juga memperjuangkan keadilan, menemani yang lemah, dan jujur dalam pekerjaan, bahkan saat tak ada yang melihat. Contohnya, seorang pengusaha yang memilih membayar pekerjanya secara layak dan jujur, meski itu mengurangi keuntungan pribadi. Apakah iman kita hanya tampak di luar, atau sungguh menyentuh hati dan tindakan? Mari membersihkan bagian dalam “cawan hidup kita” agar hidup kita menjadi kesaksian nyata akan kasih Kristus.
Ya Tuhan, bersihkanlah hati kami dari kepalsuan dan ego. Ajarlah kami hidup dalam keadilan, belas kasih, dan kesetiaan. Jadikanlah hidup pantulan kasih-Mu bagi dunia, amin.
HUT Tahbisan Uskup Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC (Uskup Bandung)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.