Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
πŸ“

Artikel

πŸ“–

Kitab Suci

πŸ•

Renungan

πŸ“•

Katekismus

β™š

Lainnya

Home

Renungan Harian Katolik, Sabtu, 4 Juli 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

SABTU PEKAN BIASA XIIIHari Sabtu ImamSanta Elisabeth dari PortugalBeato Pierre G. FrassatiBeato M. C. CurcioBeato Ubaldus dari Borgo SansepolcroWarna

Mirifica (Komsos KWI) Β·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Sabtu, 4 Juli 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

SABTU PEKAN BIASA XIII
Hari Sabtu Imam
Santa Elisabeth dari Portugal
Beato Pierre G. Frassati
Beato M. C. Curcio
Beato Ubaldus dari Borgo Sansepolcro
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Amsal 9:11-15

Aku akan memulihkan kembali umat-Ku dan Aku akan menanam mereka di tanah mereka.

Bacaan dari Nubuat Amos:

Tuhan bersabda, β€œPada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya. Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,” demikianlah sabda Tuhan yang melakukan hal ini.

β€œSungguh, waktunya akan datang,” demikianlah sabda Tuhan, β€œbahwa pembajak dan penuai akan susul-menyusul, demikian juga pengirik buah anggur dan penabur benih. Gunung-gunung akan mengalirkan anggur baru, dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel; mereka akan membangun kota-kota yang lengang dan mendiaminya. Mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya. Mereka akan membuat kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” sabda Tuhan, Allahmu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 85:9.11-12.13-14 – Refren:9b

Tuhan berbicara tentang damai kepada umat-Nya.

  • Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan?
  • Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
  • Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakangnya.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.

Bacaan Injil – Matius 9:14-17

Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laku-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata, β€œKami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, β€œDapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam Injil hari ini, yakni Matius 9:14–17, Yesus berbicara tentang perbedaan antara kebiasaan lama dan baru. Ketika murid-murid Yohanes bertanya mengapa Dia dan murid-murid-Nya tidak berpuasa, Dia menjelaskan bahwa saat Dia ada bersama mereka, tidak tepat untuk berpuasa. Dia menggunakan gambaran tentang kain yang baru dan anggur yang baru untuk mengajarkan bahwa Injil yang dibawa-Nya adalah sesuatu yang baru dan tidak bisa dipaksakan dalam kerangka lama. Ini adalah pesan tentang pembaruan, perubahan, dan penyesuaian dalam mengikuti Kristus.

Kehidupan kita sering kali terjebak dalam rutinitas dan kebiasaan lama yang tidak lagi relevan dengan panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Yesus mengajak kita untuk membuka hati dan menerima pembaruan yang Dia bawa. Ini mengingatkan kita bahwa kesalehan pribadi kita tidak hanya soal melakukan kewajiban agama, tetapi juga tentang bagaimana kita menanggapi perubahan hidup yang dibawa oleh Kristus dalam diri kita.

Kesalehan sosial kita terwujud dalam kemampuan untuk beradaptasi dan mengajak orang lain untuk menerima pembaruan dalam kehidupan mereka. Seperti anggur baru, iman kita harus tetap segar, penuh harapan, dan terbuka untuk perubahan yang positif.

Ya Tuhan, kami bersyukur atas pembaruan yang Engkau bawa dalam hidup kami. Ajari kami untuk senantiasa membuka hati dan menerima perubahan yang Engkau kehendaki dalam hidup kami. Mampukanlah kami menjadi agen pembaruan bagi dunia ini, amin.

HUT Kelahiran Mgr. Yohanes Harun Yuwono (Uskup Keuskupan Agung Palembang)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait