Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Renungan Harian Katolik, Rabu, 9 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

RABU PEKAN BIASA XXIIISanto Petrus KlaverBeato Frederik OzanamWarna Liturgi: Hijau Bacaan I – 1 Korintus 7:25-31Adakah engkau terikat pada seorang wan

Mirifica (Komsos KWI) ·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Rabu, 9 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

RABU PEKAN BIASA XXIII
Santo Petrus Klaver
Beato Frederik Ozanam
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Korintus 7:25-31

Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, mengenai para gadis aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercaya berkat rahmat yang telah kuterima dari Tuhan. Aku berpendapat bahwa mengingat zaman darurat sekarang ini baiklah orang tetap dalam keadaannya. Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang. Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kalian dari kesusahan itu.

Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan: “Waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini: mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 45:11-12.14-17 – Refren:11a

Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu.

  • Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
  • Keindahan belaka puteri raja itu, pakaiannya bersulamkan emas. Dengan pakaian bersulam berwarna-warni ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
  • Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja. Para leluhurmu akan diganti oleh anak-anakmu nanti; mereka akan kauangkat menjadi pembesar di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil – Lukas 6:23ab
Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.

Bacaan Injil – Lukas 6:20-26

Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Pada waktu itu, Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Hasrat memiliki menjadikan manusia sulit berkata cukup. Hal ini melahirkan banyak tindakan, seperti korupsi, perilaku konsumtif, terjebak tren fomo, dan masih banyak lagi. Pada zaman Yesus, hasrat memiliki menjadikan para pemungut cukai mengambil lebih banyak dari seharusnya. Tuan-tuan tanah menerapkan upah yang tidak adil bagi penggarap kebun mereka. Tentu saja yang menjadi korban adalah orang-orang miskin (nelayan, buruh, dan penggarap).

Berdasarkan kenyataan itu, Yesus menyapa mereka yang tersakiti (miskin, lapar, hina) dengan ungkapan berbahagia dan mereka yang gemar menyakiti (kaya, kenyang, dan terpandang) dengan ungkapan celaka. Pada tahap ini, Ia bertindak sebagai hakim yang adil; hakim yang memberikan pembelaan kepada mereka yang terluka dan menghukum para pembuat luka. Kita pun akan menghadapi situasi demikian. Pilihan terbaik bagi kita adalah meneladan nasihat Santo Paulus, yaitu hidup seolah-olah waktu kedatangan Tuhan sudah dekat, semua barang dunia akan lenyap, dan kesempatan berbuat baik semakin terbatas. Apakah kita menyadari bahwa waktu Tuhan semakin dekat dalam hidup kita?

Tuhan Yesus, bantulah kami agar senantiasa mampu menjauhkan diri dari perilaku korupsi, berfoya-foya, dan memeras, serta mampukanlah kami agar selalu berusaha berbuat baik seturut kehendak-Mu, amin.

HUT Tahbisan Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi (Uskup Ketapang).

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait