RABU PEKAN BIASA XXV
Peringatan Wajib Santo Padre Pio dari Pietrecina – Imam
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I – Amsal 30:5-9
Janganlah aku Kauberi kemiskinan atau kekayaan, melainkan hanyalah kebutuhan hidupku secukupnya.
Bacaan dari Kitab Amsal:
Semua sabda Tuhan adalah murni. Tuhan itu perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi sabda-Nya, supaya engkau tidak ditegur oleh-Nya dan dianggap pendusta.
Dua hal yang kumohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah daripadaku kecurangan dan kebohongan. Janganlah aku kauberi kemiskinan atau kekayaan; biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Jangan sampai kalau aku kenyang, lalu menyangkal-Mu, dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:29.72.89.101.104.163 – Refren:105a
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah pelita bagi langkahku.
- Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.
- Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
- Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di surga.
- Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
- Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
- Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi hukum-Mu kucintai.
Bait Pengantar Injil – Markus 1:15
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil – Lukas 9:1-6
Ia mengutus para murid mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-rang sakit.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang. Yesus berkata kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”
Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Demikanlah Sabda Tuhan.
Renungan
Dalam Injil hari ini, dikisahkan Yesus mengutus para murid untuk mewartakan Injil. Mereka diminta untuk tidak membawa apa-apa selama melaksanakan tugas perutusan. Dengan tidak membawa apa-apa, para murid lebih memusatkan perhatian kepada tugas pewartaan dan belajar melepaskan diri dari kecenderungan atau dorongan untuk mengutamakan kebutuhan-kebutuhan duniawi. Dengan tidak membawa apa-apa, para murid tidak merasa beban untuk pergi ke mana saja diutus dan tidak merasa berat meninggalkan tempat perutusan oleh karena halangan dari harta duniawi yang mereka miliki di tempat itu. Dengan tidak membawa apa-apa, para murid diarahkan untuk mengandalkan Tuhan dalam tugas perutusan.
Sejak dipermandikan, umat Kristiani mempunyai tugas untuk melaksanakan misi pewartaan Sabda Allah. Setiap orang yang percaya kepada Kristus diminta untuk mengajarkan Sabda Allah melalui kata dan perbuatan. Kitab Amsal mengatakan bahwa harta dapat membuat kita melupakan Tuhan. Oleh karena itu, kita perlu hati-hati terhadap harta milik agar tidak menghalangi kita untuk mewartakan Sabda Allah. Lebih baik harta dijadikan sebagai pendukung dalam melaksanakan tugas pewartaan. Semoga kita selalu sadar akan tugas pewartaan ini dan setia melaksanakannya.
Tuhan Yesus, mampukanlah kami mewartakan Kerajaan Allah dan jauhkanlah kami dari keinginan-keinginan akan harta duniawi, amin.
HUT Tahbisan Uskup Mgr. Adrianus Sunarko, OFM (Uskup Pangkal Pinang)
HUT Kelahiran Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.