Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Renungan Harian Katolik, Rabu, 22 Juli 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

RABU PEKAN BIASA XVIPesta Santa Maria MagdalenaWarna Liturgi: Putih Bacaan I – Kidung Agung 3:1-4aAku telah menemukan jantung hatiku. Bacaan dari Kidu

Mirifica (Komsos KWI) ·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Rabu, 22 Juli 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

RABU PEKAN BIASA XVI
Pesta Santa Maria Magdalena
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kidung Agung 3:1-4a

Aku telah menemukan jantung hatiku.

Bacaan dari Kidung Agung:

Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata: Pada malam hari, di atas peraduanku, kucari jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?” Baru saja meninggalkan mereka, kutemukan jantung hatiku. Kupegang dia, dan tak kulepaskan lagi.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 63:2.3-4.5-6.8-9 – Refren:2b

Jiwaku haus akan Dikau, ya Allahku.

  • Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus akan Dikau tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, yang tiada berair.
  • Demikianlah aku rindu memandang-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Dikau.
  • Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dijamu lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.
  • Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu.

Bacaan Injil – Yohanes 20:1.11-18

Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Pada hari Minggu Paskah, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang, dan melihat Yesus berdiri di situ; tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepada-Nya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya, “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!”, artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam Injil hari ini, kita mendengar Maria Magdalena diliputi kesedihan mendalam karena kehilangan Yesus. Ia datang ke kubur bukan hanya untuk melayat, melainkan karena kasihnya yang tak tergoyahkan. Air mata kerinduannya menjadi saksi bisu betapa berartinya Yesus bagi dia. Bahkan, setelah para murid pergi, Maria tetap tinggal, hatinya terpaut pada Sang Guru. Keteguhan kasih Maria membawa dia pada anugerah yang luar biasa: ia menjadi orang pertama yang berjumpa dengan Kristus yang bangkit. Awalnya, ia tidak mengenali-Nya, namun ketika Yesus memanggil namanya dengan penuh kasih, “Maria!”, tabir keraguan itu sirna.

Sukacita perjumpaan itu begitu besar sehingga ia ingin terus berada di dekat Yesus. Namun, Yesus mengutusnya untuk menjadi pewarta pertama kabar gembira kebangkitan kepada para murid. Pesta Santa Maria Magdalena hari ini mengingatkan kita akan kekuatan kasih yang tulus kepada Yesus. Kasih yang tidak menyerah dalam mencari, bahkan di tengah kesedihan dan kegelapan. Perjumpaan Maria dengan Kristus yang bangkit adalah bukti bahwa kasih yang mendalam akan membawa kita pada perjumpaan pribadi dengan Tuhan, dan mengutus kita untuk membagikan sukacita kebangkitan kepada dunia.
**
Ya Tuhan, tumbuhkan dalam hati kami kasih yang setia seperti Santa Maria Magdalena agar kami senantiasa mencari-Mu dan menjadi saksi sukacita kebangkitan-Mu di dunia ini, amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait