Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Renungan Harian Katolik, Rabu, 2 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

RABU PEKAN BIASA XXIIBeato Ludovikus Yosef Francois; Yohanes Gruyer; Petrus Renatus RaqueWarna Liturgi: Hijau Bacaan I – 1 Korintus 3:1-9Kami ini hany

Mirifica (Komsos KWI) ·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Rabu, 2 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

RABU PEKAN BIASA XXII
Beato Ludovikus Yosef Francois; Yohanes Gruyer; Petrus Renatus Raque
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Korintus 3:1-9

Kami ini hanyalah kawan sekerja Allah; kalian adalah ladang Allah dan bangunannya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, dahulu aku tidak dapat berbicara kepada kalian sebagi manusia rohani, tetapi hanya kepada manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus. Pada waktu itu aku memberikan susu kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kalian belum dapat menerimanya. Sekarang pun sebenarnya kalian belum dapat menerimanya, karena kalian masih manusia duniawi. Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi? Karena jika seorang berkata, “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata, “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan bahwa kalian manusia duniawi dan bukan rohani? Sebenarnya, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang membawa kalian kepada iman, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku yang menanam, Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama. Dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya. Sebab kami ini hanyalah kawan sekerja Allah; sedangkan kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 33:12-13.14-15.20-21 – Refren:12

Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya.

  • Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik-pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia.
  • Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dialah yang membentuk hati mereka, dan memperhatikan segala pekerjaan mereka.
  • Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

Bait Pengantar Injil – Lukas 4:18-19
Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.

Bacaan Injil – Lukas 4:38-44
_
Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil, sebab untuk itulah Aku diutus._

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon sakit deman keras, dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu, lalu menghardik demamnya. Segera penyakit itu meninggalkan dia. Wanita itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus. Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia Mesias.

Ketika hari siang Yesus berangkat ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia. Ketika menemukan-Nya, mereka berusaha menahan Dia, supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Dan Ia mewartakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Panggilan hidup yang diemban semua umat beriman mempunyai keterkaitan erat dengan Allah. Pekerjaan dan panggilan hidup menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan, serta menjadi wadah Tuhan menumbuhkan karya keselamatan. Dalam Bacaan Pertama, Paulus mewartakan Tuhan memberikan karunia yang berbeda-beda kepada kita masing-masing (1Kor. 3:5) untuk satu tujuan yang sama. Dengan itu, Rasul Paulus menekankan bahwa keselamatan adalah milik semua orang. Kita semua, dengan macam-macam karunia, mempunyai panggilan kepada keselamatan di dalam Allah.

Dalam Injil Yesus menegaskan Kerajaan Allah mesti dialami oleh semua orang, bukan hanya milik kelompok tertentu. Hal itu ditunjukkan oleh Yesus dengan sikap tegas-Nya ketika Ia ditahan oleh orang-orang di Kapernaum untuk tidak pergi dari tempat itu. Yesus berkata, ”Untuk kota kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah …” (Luk. 4:43). Sebagaimana Yesus dan Paulus mewartakan kabar gembira keselamatan kepada semua orang, kita pun dipanggil untuk menjadi penyalur kabar gembira kepada sesama di dalam panggilan hidup kita masing-masing. Apakah kita siap menjadi pewarta kabar sukacita di dunia ini? Ataukah kita hanya menampung sukacita Kerajaan Allah untuk diri kita sendiri dan kelompok kita?

Tuhan Yesus, Engkaulah sukacita kami. Mampukanlah kami menjadi pewarta sukacita-Mu bagi sesama, bagi kaum kecil dan lemah, di tengah-tengah dunia ini, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait