Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
πŸ“

Artikel

πŸ“–

Kitab Suci

πŸ•

Renungan

πŸ“•

Katekismus

β™š

Lainnya

Home

Renungan Harian Katolik, Minggu, 4 Oktober 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

MINGGU PEKAN BIASA XXVIIWarna Liturgi: Hijau

Mirifica (Komsos KWI) Β·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Minggu, 4 Oktober 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

MINGGU PEKAN BIASA XXVII
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yesaya 5:1-7

Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Aku hendak menyanyikan lagu tentang kekasihku, lagu kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihmu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lubang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.

Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem dan orang Yehuda, adililah Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah yang masih harus Kuperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya ia menghasilkan buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis. Aku akan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuhlah puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan menurunkan hujan ke atasnya.

Kebun anggur Tuhan semesta alam itu ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinantikan-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinantikan-Nya kebenaran, tetapi hanya ada keonaran.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 80:9.12.13-14.15-16.19-20 – Refren:Yes 5:7a

Kebun anggur Tuhan ialah umat Israel.

  • Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir, Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu. Dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat.
  • Mengapa Engkau menggempur temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat? Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya.
  • Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
  • maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu. Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Bacaan II – Filipi 4:6-9

Lakukanlah semua yang telah kamu lihat padaku, maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:

Saudara-saudara, janganlah kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Jadi, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, itulah yang harus kamu pikirkan. Dan apa yang telah kamu pelajari, apa yang telah kamu terima, apa yang telah kamu dengar, dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu! Maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil- Yohanes 15:16

Aku telah memilih kamu dari dunia, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu tetap, sabda Tuhan

Bacaan Injil – Matius 21:33-43

Kebun anggur itu akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, β€œDengarkanlah perumpamaan ini. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar di sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap, lalu berangkat ke negeri lain.

Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu: yang seorang mereka pukuli, yang lain mereka bunuh, dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang pertama. Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka, pikirnya, β€˜Anakku pasti mereka segani.’

Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu, mereka berkata seorang kepada yang lain, β€˜Ia adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.’ Maka mereka menangkap dia, dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”

Kata imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi kepada Yesus, β€œIa akan membinasakan orang-orang jahat itu, dan kebun anggur itu akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka, β€œBelum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru? Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, β€˜Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pemilik tanah dalam Injil hari ini melambangkan Allah, penggarap melambangkan kita manusia–dan tanah atau kebun anggur melambangkan Kerajaan Allah. Sama seperti pemilik tanah menyediakan segala sesuatu agar kebun anggur itu tumbuh subur, Allah telah memberi kita semua yang kita butuhkan, yakni ajaran-Nya, Roh-Nya, dan kasih karunia-Nya berupa talenta talenta dan kelimpahan materi (uang, barang, orang). Dalam Bacaan Kedua, Paulus menegaskan bahwa segala hal baik memang telah diberikan oleh Allah kepada manusia. Dengan segala hal yang telah Tuhan berikan kepada kita itu, sebenarnya Ia berharap kita menjadi pengurus yang setia atas β€œtanah pinjaman-Nya”.

Para penggarap dalam perumpamaan Yesus menolak untuk mengakui otoritas sang pemilik. Sebaiknya kita tidak demikian, kita seharusnya mengakui bahwa semua yang kita miliki adalah milik Allah, yakni berasal dari-Nya, dan oleh karena itu harus dipersembahkan kembali kepada Nya. Kita semua dipercaya oleh Tuhan untuk memiliki dan mengembangkan β€œtanah” atau β€œkebun anggur” kita masing-masing yang berupa bakat menyanyi, bermusik, bersosialisasi, dan berbagai bidang keahlian spesifik lainnya. Jika suatu saat nanti kita diminta oleh Tuhan untuk berbagi (mengembalikan) hasil β€œgarapan tanah” itu, maukah kita mengembalikannya kepada Tuhan? Melalui kesediaan kita terlibat aktif dalam pelayanan di tengah masyarakat atau di dalam berbagai aktivitas sosial-pastoral di gereja, sesungguhnya kita telah berusaha menjadi penggarap kebun anggur yang baik, karena kita tidak mengabaikan atau menyimpan bakat-bakat dari Tuhan itu untuk diri sendiri. Marilah kita berusaha β€œmenyuburkan tanah” atau mengembangkan berbagai potensi yang ada dalam diri kita demi kebaikan sesama. Janganlah kita hanya terus menghasilkan β€œanggur yang asam”, seperti yang digambarkan dalam Bacaan Pertama

Dari kisah ini, kita juga dapat belajar bahwa Allah itu Maha Sabar, tetapi ada konsekuensi atas penolakan manusia terhadap-Nya. Meskipun para penggarap memberontak untuk mengakui siapa yang mempunyai tanah itu, pemilik tanah masih sabar. Ia mau bernegosiasi baik-baik dengan mengirim banyak hamba, yang melambangkan para nabi Allah sepanjang sejarah. Berkali-kali, Allah mengulurkan tangan kepada umat-Nya, tetapi mereka mengabaikan para utusan-Nya. Akhirnya, Ia mengirim Anak-Nya, Yesus, yang juga mereka tolak. Kesabaran Allah itu tidak terbatas. Namun, ketika orang terus-menerus berpaling dari-Nya bahkan secara keji membunuh para utusan Allah, mereka pun menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka sendiri. Yesus memperingatkan bahwa kerajaan itu akan diambil dari mereka yang menolak-Nya dan dialihkan kepada orang lain yang dapat menghasilkan buahnya. Jadi, mereka yang menolak Allah dan para utusan-Nya tidak akan memperoleh buah-buah keselamatan, tidak memiliki tanah terjanji, tak berhak tinggal di Kerajaan-Nya.

Maka, agar tetap dapat memperoleh keselamatan, marilah kita memahami apa yang Yesus katakan, β€œBatu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.” Meskipun ditolak atau dibuang oleh manusia, Yesus tetap merupakan dasar yang kukuh bagi iman kita. Kita yang percaya kepada-Nya akan berdiri teguh dan memiliki petunjuk arah yang pasti menuju surga, tetapi mereka yang menolak-Nya akan tersandung dan tersesat. Apakah kita sudah membangun keputusan, tindakan, dan tujuan kita di atas Dia, yang merupakan batu penjuru kehidupan kita?

Tuhan, sadarkanlah kami senantiasa bahwa hanya ketika Engkau menjadi dasar hidup kami, kami dapat berbuah subur. Semoga kami senantiasa menjadikan Engkau sebagai batu penjuru hidup kami dan dapat terus berkarya membuahkan kebaikan meskipun mengalami penolakan, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait