Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
πŸ“

Artikel

πŸ“–

Kitab Suci

πŸ•

Renungan

πŸ“•

Katekismus

β™š

Lainnya

Home

Renungan Harian Katolik, Minggu, 25 Oktober 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

MINGGU PEKAN BIASA XXX Warna Liturgi: Hijau

Mirifica (Komsos KWI) Β·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Minggu, 25 Oktober 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

MINGGU PEKAN BIASA XXX
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Keluaran 22:21-27

Jika kamu menindas seorang janda atau anak yatim, maka Murka-Ku akan bangkit, dan Aku akan membunuh kamu.

Bacaan dari Kitab Keluaran:

Beginilah firman Tuhan, β€œJanganlah orang asing kautindas atau kautekan, sebab kamu pun pernah menjadi orang asing di tanah Mesir. Seorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau sampai menindas mereka ini, pasti Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit, dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.

Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, yakni orang yang miskin di antaramu, janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: dan janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.

Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya sebelum matahari terbenam, sebab hanya itu sajalah penutup tubuhnya, hanya itulah pemalut kulitnya; Jika tidak, pakai apakah ia pergi tidur? Maka, apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 18:2-3a.3bc-4.47.51ab – Refren:2

Aku mengasihi Engkau, ya Allah, kekuatanku.

  • Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batu, kubu pertahanan dan penyelamatku.
  • Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.
  • Tuhan itu hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku. Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya; Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya.
Bacaan II – 1 Tesalonika 1:5c-10

Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk mengabdi kepada Allah dan menantikan kedatangan Anak-Nya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

Saudara-saudara, kamu tahu bagaimana kami bekerja di antara kamu demi kepentinganmu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman Tuhan dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya. Di mana-mana telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah berbicara lagi tentang hal itu. Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk mengabdi kepada Allah yang hidup dan benar, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 14:23

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia. Kami akan datang kepadanya dan diam bersama dengan dia.

Bacaan Injil – Matius 22:34-40

Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Ketika orang-orang Farisi mendengar bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki, berkumpullah mereka. Seorang dari antara mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia, β€œGuru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya, β€œKasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus menyebut perintah untuk β€œmengasihi Allah dan sesama dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi” sebagai hukum yang utama dan pertama. Perintah ini disebut sebagai β€œhukum”, artinya wajib kita laksanakan. Ini bukanlah hanya imbauan atau anjuran bahwa β€œsebaiknya” kita mengasihi, melainkan kita β€œharus” mengasihi. Apalagi Yesus sendiri menyebutnya bukan sekadar hukum biasa, melainkan β€œhukum yang utama dan pertama”.

Lalu, mengapa perintah itu dianggap sebagai yang teragung oleh Yesus? Karena perintah ini menjadi satu-satunya motivasi untuk melakukan seluruh perintah yang lain. β€œPada kedua perintah inilah tergantung seluruh Taurat dan Kitab Para Nabi” (ay. 40). Tidak ada perintah apa pun dari seluruh hukum Allah yang dapat dijalankan tanpa motivasi kasih. Tanpa kasih, kebaikan apa pun menjadi sia-sia. Jika kita melakukan kewajiban kita kepada Allah tanpa kasih maka tindakan kita hanyalah tindakan kosong yang tidak bermakna apa-apa, mungkin kita hanya ingin dianggap saleh oleh sesama. Juga, jika kita melakukan apa yang pantas kepada orang lain tanpa motivasi mengasihi orang lain maka tindakan ini hanyalah tindakan palsu yang tidak tulus, mungkin hanya ingin mencari fulus. Apakah motivasi yang benar di hadapan Tuhan? Hanya satu, yaitu β€œkasih”. Lantas, apakah motivasi di balik kasih? Kasih sejati bersifat unconditional, tanpa motivasi apa pun! Saya mengasihi semata-mata karena Allah memerintahkan itu kepada saya, dan saya percaya bahwa apa yang diperintahkan-Nya itu pastilah baik adanya!

Injil ini mengajak kita untuk beriman secara komprehensif (total, menyeluruh). Kita diingatkan bahwa mengasihi Allah dan sesama tidaklah cukup hanya dengan jiwa atau hati kita (afeksi), tetapi juga harus dengan akal budi (kognisi) kita. Bahkan dalam Injil Markus, juga dituntut agar kita mengasihi dengan segenap kekuatan (fisik atau psikomotorik) kita. Mencintai Allah dalam perikop ini harus terealisasi atau tampak nyata dalam mencintai sesama manusia. Bagaimana mungkin kita bilang mencintai Tuhan, tetapi masih sulit memaafkan sesama kita? Bagaimana mungkin kita mengaku mencintai Tuhan, tetapi sering bertengkar dan membuat onar di dalam keluarga atau lingkungan masyarakat kita? Jadilah pembawa damai, pengampun, penolong, pencinta. Inilah karakteristik murid-murid Yesus, yang hidup berlandaskan hukum cinta kasih.

Tuhan, bantulah kami untuk sungguh mampu mencintai Engkau secara total. Berilah kami keberanian dan kesediaan untuk berkorban, karena itulah yang selalu dituntut dalam setiap totalitas, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait