Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
πŸ“

Artikel

πŸ“–

Kitab Suci

πŸ•

Renungan

πŸ“•

Katekismus

β™š

Lainnya

Home

Renungan Harian Katolik, Minggu, 1 November 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

##### **MINGGU PEKAN BIASA XXXI**

Mirifica (Komsos KWI) Β·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Minggu, 1 November 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%
MINGGU PEKAN BIASA XXXI
HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I – Wahyu 7:2-4.9-14

Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya; mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa.

Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, β€œJanganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih, dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, β€œKeselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba!”

Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada di sekeliling takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, β€œAmin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”

Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, β€œSiapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya, β€œTuanku, Tuan mengetahuinya!” alu ia berkata kepadaku, β€œMereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6 – Refren:6

Inilah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

  • Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
  • Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan.
  • Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bacaan II – 1 Yohanes 3:1-3

Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Bacaan dari Surat pertama Rasul Yohanes:

Saudara-saudara terkasih, Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu bahwa, apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 11:28

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Bacaan Injil – Matius 5:1-12a

Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya, β€œBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat; bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kitab Wahyu dalam bacaan pertama hari ini menyajikan gambaran tentang sebuah penglihatan yang menakjubkan, yakni ada sekumpulan besar orang yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa, yang telah setia melewati pencobaan dan kini berdiri di hadapan Sang Anak Domba. Kita diajak merenungkan bahwa semua orang, dari semua latar belakang, sesungguhnya dipanggil kepada keselamatan. Gambaran ini juga mengajak kita menyadari bahwa kasih Allah itu melampaui perbedaan dan mempersatukan. Bacaan pertama menegaskan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Kita dipanggil untuk hidup dalam pengharapan akan kasih Allah yang mempersatukan kita sebagai anak-anak-Nya. Pengharapan ini bukan pengharapan yang egoistis, melainkan yang sekaligus memanggil kita menyadari identitas sebagai sesama anak-anak Allah, yang selayaknya hidup saling mengasihi sebagai saudara. Di tengah derasnya arus digitalisasi yang sering membuat kita terasing satu sama lain, kita diajak menggunakan teknologi dengan bijak untuk membangun komunitas, berbagi kebaikan, dan mengembangkan potensi satu sama lain. Kekudusan pada zaman ini berarti memanfaatkan sarana modern untuk memperjuangkan keadilan, kedamaian, dan kemajuan bersama.

Sabda Bahagia menunjukkan jalan kekudusan yang konkret, yaitu rendah hati, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati dan menjadi pembawa damai. Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang terkadang memicu konflik, kita diajak menghidupi pesan sabda bahagia itu dalam interaksi daring. Misalnya dengan memilih kata-kata yang membangun bukan menghakimi, atau menggunakan platform digital untuk menggalang bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Kita diundang membawa terang Kristus, juga ke dalam dunia virtual, dunia di mana orang sering kali sudah kehilangan empati karena tidak lagi langsung bertatapan dengan wajah-wajah yang membutuhkan pertolongan dan perhatian. Kekudusan dapat pula tercermin ketika kita menggunakan teknologi sebagai alat untuk melayani, bukan untuk menonjolkan diri atau menjadikannya ajang narsis, apalagi menciptakan perpecahan.

Tuhan, tuntunlah kami untuk hidup dalam kasih dan persatuan, menolak segala bentuk perpecahan, dan mewujudkan keadilan di tengah dunia, amin.

HUT Tahbisan Uskup Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo)

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait