KAMIS PEKAN BIASA XIII
Santo Bernardino Realino, dkk
Santo Fransiskus Jerome
Beato Yulianus Maunoir
Beato Antonius Baldinucci
Santo Fransiskus Regis
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I β Amsal 7:10-17
Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku
Bacaan dari Nubuat Amos:
Sekali peristiwa Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan, βAmos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel. Negeri ini tidak dapat menahan segala perkataannya. Sebab beginilah kata Amos, βYerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.β
Lalu berkatalah Amazia kepada Amos, βHai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah di sana makananmu! Dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan.β
Jawab Amos kepada Amazia, βAku ini bukan nabi, dan bukan termasuk golongan para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, Tuhan bersabda kepadaku, βPergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.β
Maka sekarang dengarkanlah sabda Tuhan. Engkau berkata, βJanganlah bernubuat menentang Israel, dan jangan ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.β Sebab itu beginilah sabda Tuhan, βIsterimu akan bersundal di kota,
dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang. Tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur. Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.β
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan β Mzm 19:8.9.10.11; Refren:10
Keputusan Tuhan itu benar, adil selalu.
- Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
- Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.
- Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
- Lebih indah dari pada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.
Bait Pengantar Injil β 2 Korintus 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.
Bacaan Injil β Matius 9:1-8
Mereka memuliakan Allah karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawalah kepadanya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh, βPercayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.β
Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, βIa menghujat Allah!β Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, βMengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan, βDosamu sudah diampuniβ atau mengatakan, βBangunlah dan berjalanlah?β Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosaβ lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh, βBangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!β Dan orang itu pun bangun, lalu pulang.
Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.
Demikianlah Sabda Tuhan
Renungan
Dalam Injil hari ini, kita mendengar Yesus kembali ke kota-Nya dan menyembuhkan seorang lumpuh yang dibawa oleh teman-temannya. Hal yang menarik adalah perkataan pertama Yesus kepada orang lumpuh itu bukanlah tentang kesembuhan fisik, melainkan pengampunan dosa, βTeguhkanlah hatimu, hai Anak-Ku, dosa-dosamu diampuni.β Tindakan ini menimbulkan protes dari ahli-ahli Taurat yang menganggap Yesus menghujat Allah.
Yesus, yang mengetahui pikiran mereka, bertanya mengapa mereka berpikir jahat dalam hati mereka. Ia kemudian menunjukkan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa dengan menyembuhkan kelumpuhan orang itu. Kesembuhan fisik menjadi bukti nyata dari kuasa-Nya untuk menyembuhkan jiwa. Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa pengampunan dan penyembuhan adalah dua sisi mata uang kasih Allah.
Hari ini, marilah kita meneladan kasih Yesus dengan menawarkan pengampunan kepada seseorang yang mungkin telah menyakiti kita. Ini mungkin sulit, tetapi tindakan mengampuni membebaskan hati kita dari beban kepahitan. Selain itu, kita juga bisa menjadi saluran penyembuhan bagi orang lain melalui tindakan kasih dan kepedulian, seperti mendengarkan seseorang yang sedang kesulitan dengan memberikan bantuan praktis atau sekadar mengucapkan kata-kata yang membangun dan menyemangati. Tindakan-tindakan sederhana ini adalah wujud nyata dari kuasa mengampuni dan menyembuhkan yang diajarkan Yesus kepada kita para pengikut-Nya.
Ya Tuhan Yesus, ajari kami untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi, dengan memberikan pengampunan dan menjadi saluran penyembuhan bagi sesama, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.