Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Renungan Harian Katolik, Kamis, 10 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan

KAMIS PEKAN BIASA XXIIISanto Nikolaus TolentinoBeato Olgerius Fransiskus GarateWarna Liturgi: Hijau Bacaan I – 1 Korintus 8:1b-7.11-13Bila engkau melu

Mirifica (Komsos KWI) ·
Bagikan:
Renungan Harian Katolik, Kamis, 10 September 2026, Bacaan, Mazmur, Injil dan Renungan
100%

KAMIS PEKAN BIASA XXIII
Santo Nikolaus Tolentino
Beato Olgerius Fransiskus Garate

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Korintus 8:1b-7.11-13

Bila engkau melukai hati mereka yang lemah, engkau berdosa terhadap Kristus.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, Pengetahuan menjadikan orang sombong, tetapi kasih itu membangun. Orang yang menyangka diri mempunyai pengetahuan sebenarnya belum mencapai pengetahuan yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.

Tentang makan daging persembahan berhala kita tahu bahwa tidak ada berhala di dunia ini, dan tidak ada Allah lain, selain Allah yang esa. Sebab sungguhpun ada apa yang disebut allah, baik di surga maupun di bumi dan memang benar ada banyak allah dan banyak tuhan yang demikian, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, asal segala sesuatu. Bagi Dialah kita hidup. Dan bagi kita hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus; segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan kita hidup karena Dia. Tetapi tidak semua orang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang yang karena masih terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Karena hati nurani mereka lemah, maka hati nuraninya ternoda.

Dengan demikian “pengetahuan” menyebabkan kebinasaan saudaramu yang masih lemah. Padahal Kristus juga wafat untuk dia. Maka engkau berdosa terhadap saudara-saudaramu, karena engkau melukai suara hati mereka yang masih lemah. Dan dengan demikian engkau sebenarnya berdosa terhadap Kristus sendiri. Oleh karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, untuk selama-lamanya aku takkan mau makan daging lagi, jangan sampai aku menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 139:1-3.13-14ab.23-24 – Refren:24b

Tuntunlah aku di jalan yang kekal.

  • Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
  • Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
  • Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Bait Pengantar Injil – 1 Yohanes 4:12
Jika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita; dan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.

Bacaan Injil – Lukas 6:27-38

Hendaknya kalian murah hati se bagaimana Bapamu murah hati adanya.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian. Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian. Bila orang menampar pipimu yang satu, berikanlah pipimu yang lain. Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan janganlah meminta kembali dari orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kalian kehendaki orang perbuat kepada kalian, demikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka. Kalau kalian mengasihi orang-orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Lagi pula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyaknya.

Tetapi kalian, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan, maka ganjaranmu akan besar dan kalian akan menjadi anak Allah Yang Mahatinggi. Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan orang-orang jahat. Hendaklah kalian murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya. Janganlah menghakimi orang, maka kalian pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah menghukum orang, maka kalian pun tidak akan dihukum. Ampunilah, maka kalian pun akan diampuni. Berilah, dan kalian akan diberi. Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar akan dicurahkan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Hati yang sungguh-sungguh menaruh kasih kepada Allah akan menghasilkan buah-buah kebaikan. Santo Paulus menekankan bahwa orang yang mengasihi Allah dikenal oleh Allah dan tidak akan jatuh dalam penyembahan berhala. Ini berarti kasih kepada Allah mengarahkan manusia menjauhi kejahatan, dan mengarahkan diri kepada kebaikan.

Sebagai anggota Gereja, kita adalah orang yang mengimani dan mengasihi Allah. Maka, sudah sepantasnya dalam hati kita tidak ada tempat untuk kebencian. Yesus menekankan bahwa mereka yang mengasihi Allah harus berani mengampuni, mendoakan, dan menolong siapa pun, bahkan mereka yang menyakitinya. Dengan demikian, kita diundang untuk berani berkata tidak pada perpecahan, konflik, tindakan kekerasan, dan perilaku sejenisnya; serta mengupayakan damai dan sukacita dalam setiap tindakan kita, seperti memberi salam, menolong, dan memaafkan, sebagai tanda kasih kepada Allah. Apakah kita sudah mengasihi Allah dan menampakkan Dia dalam kehidupan kita sehari-hari?

Ya Allah, tuntunlah kami agar mampu mengamalkan kasih-Mu dalam kehidupan kami setiap hari, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Artikel Terkait