Tanggal: 25 April 2026
Perayaan: Pesta St. Markus, penginjil
Warna Liturgi: Merah
📖 Bacaan Pertama
1Ptr. 5:5b-14
Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!
Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.
Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.
🎵 Mazmur Tanggapan
Mazmur 89:2-3.6-7.16-17
Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi?
Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya.
karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.
Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.
✝️ Bacaan Injil
Markus 16:15-20
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Seorang filsuf bernama Friedrich Nietzsche pernah menulis, “Ke mana pun aku pergi, selalu mengikuti seekor anjing yang bernama ego.”
Dalam zaman digital ini, media sosial bisa memberi ‘makan’ pada ego karena media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, dan menyediakan panggung bagi seorang narsis untuk merasa diperhatikan oleh seluruh dunia sehingga ia merasa keren dan benar.
Media sosial bisa memerosotkan sikap reflektif, yaitu kemampuan memaknai hidup, karena yang ditampilkan adalah yang spektakuler, sensasional, dan kontroversial. Dalam konteks Kristiani, sikap reflektif berarti menghadirkan Tuhan dalam peristiwa hidup kita.
Hari ini, kita merayakan Pesta Santo Markus, penulis injil. Markus tidak tergolong dalam dua belas rasul Yesus, tetapi ia adalah seorang pengikut Tuhan yang beriman teguh. la menaruh perhatian pada ajaran dan karya Yesus, dan tidak ragu untuk mewartakan-Nya.
Menariknya, Markus tergolong the unseen follower, pengikut Yesus yang “tidak terlihat” banyak orang. Dalam diam, ia mengikuti Yesus, merefleksikan, dan memberikan kesaksian lewat Injil yang ditulisnya.
Menjadi pewarta Sabda Tuhan bukan pertama-tama mewartakan diri sendiri, mendapat banyak “suka”, disorot lampu, diberi tepuk tangan, melainkan mengupayakan penyebaran Kerajaan Allah itu sendiri lewat karya-karya kecil dan konkret dalam hidup sehari-hari. Hidup kita, dilihat atau tidak, menjadi Injil yang hidup bagi sesama.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan pertama dari 1 Petrus menekankan pentingnya kerendahan hati dan saling merendahkan di antara sesama, mencerminkan kasih Allah yang mengutamakan keikhlasan hati. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi sosial maupun di dunia maya, kita sering terjebak dalam keinginan untuk terlihat hebat dan mendapat pengakuan. Namun, seperti yang dicontohkan oleh Santo Markus, pengikut yang tidak terlihat, kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita dapat menjadi saksi Kristus melalui tindakan kecil yang tidak selalu mendapat perhatian, tetapi penuh makna.
Dalam Injil Markus, kita diingatkan untuk memberitakan kabar baik dengan iman yang teguh, meskipun tantangan yang kita hadapi mungkin terlihat besar. Keterlibatan kita dalam menyebarkan Injil bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga perilaku kita sehari-hari. Ini adalah panggilan untuk mengatasi ego dan menjadikan diri kita alat kasih Tuhan yang membawa harapan dan penyembuhan bagi orang lain. Dengan merendahkan diri dan menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan, kita menemukan kekuatan untuk tetap setia dalam misi kita.
Akhirnya, seperti Markus yang tetap setia dalam kesunyian, kita juga dipanggil untuk menjalani hidup yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Setiap tindakan kecil yang kita lakukan, meskipun tidak terlihat, dapat menjadi bagian dari pewartaan Injil yang lebih besar. Dengan demikian, mari kita hidup sebagai Injil yang hidup, menjadi saksi nyata kasih dan kebaikan Tuhan dalam dunia yang membutuhkan cahaya-Nya.