Tanggal: 10 Mei 2026

Perayaan: HARI MINGGU PASKAH VI

Warna Liturgi: Putih

📖 Bacaan Pertama

Kis. 8:5-8.4-17

Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.

Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.

Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.

Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.

Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.

Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.


🎵 Mazmur Tanggapan

Mazmur 1-3.4-5.6-7a.16.20

Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!

Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.

Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” S e l a

Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:

Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,

yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. S e l a

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.

Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.


📖 Bacaan Kedua

1Ptr. 3:15-18

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,


✝️ Bacaan Injil

Yohanes 14:15-21

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.

Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”


💭 Renungan

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga.

Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.

Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia.

Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Renungan Harian Hari Ini dan Injil 10 Mei 2026

Pergi ke tempat yang kita sukai itu mudah. Namun, bagaimana jika Tuhan memanggil kita untuk pergi ke tempat yang tidak kita kehendaki? Dalam hal ini, Filipus memberikan teladan yang luar biasa.

Ia tidak menunggu untuk diutus ke tempat yang ideal. Ia diutus ke Samaria, wilayah yang sering dianggap ‘tidak layak’ oleh orang Yahudi. Namun, justru di sanalah kuasa Injil nyata.

Penyembuhan terjadi, kuasa kegelapan dikalahkan, dan sukacita besar melingkupi kota. Bukan karena kehebatan Filipus, melainkan karena ia membawa Kristus. Sebab di mana Kristus hadir, di situ dukacita berubah menjadi sukacita.

Rasul Petrus mengingatkan, “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hornat, dan dengan hati nurani yang baik, supaya mereka, yang menfitnah kamu karena perilakumu yang baik di dalam Kristus, menjadi malu karena fitnah mereka itu.”

Di tengah dunia yang skeptis, kita dipanggil bukan untuk menyerang, melainkan untuk bersaksi dalam kasih dan kelembutan. Kita berbicara tentang kebenaran tanpa harus membentak dan kita mewartakan iman tanpa harus menghina.

Yesus memahami sepenuhnya kondisi hati para murid dan hati kita. Ia tahu kita lemah, mudah takut, dan sering merasa sendiri. Karena itu, dalam Injil, Ia menjanjikan Penolong, yaitu Roh Kudus,

Dialah Penghibur yang tinggal dalam kita, memberi kita keberanian saat hati gentar, keteguhan saat dunia mengguncang. Dengan Roh Kudus, kita tidak hanya bertahan, tetapi dimampukan untuk bersaksi dan mengasihi dengan cara Kristus sendiri.

Karena itu, di tengah dunia yang haus dan lelah, janganlah pernah mundur. Kita dipanggil untuk hadir sebagai pembawa harapan. Bukan karena kita sempurna, tetapi karena Kristus yang hidup dalam kita adalah terang yang tak bisa dipadamkan. Melalui kita dunia akan tahu bahwa Tuhan masih mencintai dunia ini.


🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)

Dalam bacaan pertama dari Kisah Para Rasul, kita melihat Filipus yang berani memberitakan Injil di Samaria, sebuah tempat yang dianggap tidak layak oleh orang Yahudi. Tindakannya membawa sukacita yang besar bagi kota itu, membuktikan bahwa kuasa Kristus mampu mengubah keadaan. Filipus tidak mencari kenyamanan, melainkan mengikuti panggilan Tuhan untuk hadir di tempat yang sulit. Hal ini mengingatkan kita akan panggilan kita untuk bersaksi di tengah keterbatasan dan tantangan, di mana pun kita berada.

Injil Yohanes menguatkan pesan ini dengan janji Yesus akan kehadiran Roh Kudus, Penolong yang selalu menyertai kita. Yesus memahami kerentanan kita dan menjanjikan kekuatan melalui Roh Kudus untuk menghadapi dunia yang skeptis dan penuh tantangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasa sendirian dan gentar, tetapi dengan Roh Kudus, kita mampu bersaksi dengan kelembutan dan kasih, memberi harapan kepada mereka yang membutuhkan. Kita tidak dipanggil untuk berjuang sendirian, melainkan dalam komunitas iman yang saling mendukung satu sama lain.

Sebagai orang Kristen, tugas kita adalah membawa cahaya Kristus ke dalam dunia yang gelap, memperlihatkan kasih dan kebenaran-Nya. Ketika kita mengandalkan Roh Kudus dan mengikuti perintah-Nya, kita tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi juga saluran berkat bagi orang lain. Dalam setiap tindakan kasih, kita mengingatkan dunia akan kasih Tuhan yang tak pernah pudar. Mari kita berani melangkah, tidak peduli seberapa sulit jalannya, karena di mana pun kita berada, Kristus ada bersama kita, dan melalui kita, harapan akan terus hidup.


🙏 Doa

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang siap dibimbing Tuhan ke mana pun kami diutus. Tidak selalu ke tempat yang nyaman, tetapi ke tempat di mana kasih dan harapan perlu dihadirkan. Bersama Roh Kudus, kita percaya bahwa Kristus senantiasa menyertai langkah hidup kita.

Ya Yesus, berilah kami keberanian untuk melangkah ke tempat dan situasi yang mungkin tidak kami kehendaki. Saat hati kami dipenuhi rasa takut dan keraguan, kuatkanlah iman kami agar tetap percaya pada penyertaan-Mu. Semoga kehadiran kami membawa damai dan sukacita bagi sesama.

Curahkan Roh Kudus-Mu dalam hidup kami agar kami mampu menjadi saksi pengharapan di tengah dunia yang lelah dan terluka. Ajarlah kami berbicara dengan kelembutan, bertindak dengan kasih, dan tetap rendah hati dalam mewartakan kebenaran-Mu kepada siapa pun yang kami jumpai.

Jadikan hidup kami terang kecil yang terus menyala di tengah kegelapan dunia. Pakailah setiap kata, perhatian, dan pelayanan kami untuk menghadirkan cinta-Mu bagi banyak orang. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak hati merasakan bahwa Tuhan tetap mengasihi dunia ini. Amin.

Ya Tuhan, jadikan kami pembawa damai, sukacita, dan terang-Mu di dunia yang haus akan kasih dan kebenaran. Amin.

Tags: Renungan
Share: X (Twitter) Facebook LinkedIn Whatsapp Telegram