Tanggal: 25 Januari 2026

Perayaan: Hari Minggu Biasa III Hari Minggu Sabda Allah Penutupan Pekan Doa Sedunia

Warna Liturgi: Hijau

📖 Bacaan Pertama

Yes. 8:23b-

Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.

Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.


🎵 Mazmur Tanggapan

Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!


📖 Bacaan Kedua

1Kor. 1:10-13.17

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloë tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.

Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Juga atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.


✝️ Bacaan Injil

Matius 4:12-23

Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:

“Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, —

bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka

dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.


💭 Renungan

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Abraham menyahut: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.

Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?” Firman-Nya: “Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.”

Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: “Sekiranya empat puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu.”

Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana.”

Katanya: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu.”

Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”

Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Januari 2026

Pada 30 September 2019, bertepatan dengan peringatan 1600 tahun wafatnya Santo Hieronimus, doktor Gereja dan penerjemah Kitab Suci ke dalam bahasa Latin (vulgata), Paus Fransiskus menetapkan hari Minggu Biasa III sebagai Hari Minggu Sabda Allah.

Paus Fransiskus mengarahkan agar Minggu Biasa III ini dikhususkan sebagai perayaan, pendalaman, dan penyebaran Sabda Allah. Tentu dengan maksud agar kita makin mencintai Sabda Allah bukan hanya sebagai pedoman hidup, melainkan terutama sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Allah.

Untuk meneruskan Sabda Allah itu, hari ini Rasul Paulus mengajak jemaatnya untuk gigih mewartakan Injil. Paulus menegaskan, “Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil.” Bagi Paulus, tugas jemaat adalah memberitakan Injil atau Sabda demi mempersatukan jemaat yang terlibat perselisihan.

Baginya, Sabda itu mempersatukan mereka sehingga mereka dapat seiya sekata dalam melanjutkan karya Kristus. Fungsi Sabda adalah menuntun kepada kehidupan bersama Allah dalam kebenaran, sebagaimana ungkapan pemazmur, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm. 119:105). Firman Allah menuntun langkah umat-Nya kepada kebenaran sejati.

Yesus, Sang Sabda pun hadir sebagai cahaya yang besar bagi bangsa yang tinggal dalam kegelapan. la terus memberitakan, “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Kehadiran Yesus, karya dan Sabda-Nya menguatkan dan sekaligus menggerakkan hati kita untuk selalu tinggal bersama-Nya dalam Sabda yang kita renungkan setiap saat.

Maka, hendaknya kita terus bertekun dalam membaca, merenungkan, dan mendalami Sabda-Nya. Pengalaman intens bersama-Nya akan kita hayati secara sungguh-sungguh dalam dan melalui seruan, ajaran, dan kisah-Nya dalam Kitab Suci. Mari mencintai Sabda-Nya.


🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)

Bacaan pertama dari Yesaya menekankan janji Allah untuk memulihkan dan memuliakan negeri yang tertekan, menggambarkan bagaimana bangsa yang berjalan dalam kegelapan kini melihat terang yang besar. Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa dalam situasi paling suram pun, Allah tetap hadir dan berfungsi sebagai sumber harapan dan sukacita. Mazmur yang diambil dari Daud menegaskan keyakinan akan perlindungan dan terang yang diberikan Tuhan, mengajak kita untuk selalu menantikan dan mengandalkan-Nya dalam setiap langkah hidup kita.

Injil Matius melanjutkan tema ini dengan menggambarkan panggilan Yesus kepada murid-murid-Nya di Galilea, di mana Ia mengajak mereka untuk meninggalkan kehidupan lama mereka dan mengikuti-Nya sebagai penjala manusia. Panggilan ini bukan hanya untuk para rasul, tetapi juga untuk setiap kita yang dipanggil untuk menjadi saksi terang Kristus di dunia ini. Yesus memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Surga yang sudah dekat, yang mengajak kita untuk bertobat dan beralih dari kegelapan menuju terang-Nya.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kita diundang untuk merenungkan bagaimana kita dapat menjadi saluran terang bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan mencintai dan merenungkan Sabda Allah, kita dapat menemukan kekuatan untuk mengatasi tantangan hidup dan membawa harapan bagi mereka yang sedang berjuang dalam kegelapan. Mari kita berkomitmen untuk terus meneruskan Sabda-Nya, membagikannya kepada orang lain, dan menjadi agen perubahan yang mewujudkan kasih dan terang Kristus di dunia ini.


🙏 Doa

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang rindu akan Sabda Allah. Kita diajak untuk tidak hanya mendengar dan membaca, tetapi juga membiarkan Sabda itu hidup, berbicara, dan membentuk langkah keseharian. Semoga cinta kita akan Kitab Suci makin bertumbuh dan menuntun hidup kita.

Ya Bapa, sumber segala terang dan kebenaran, terima kasih atas Sabda yang diberikan sebagai penuntun hidup. Semoga hati kami selalu terbuka untuk mendengarkan dan merenungkannya dengan setia, sehingga setiap keputusan dan tindakan kami lahir dari terang Firman yang mempersatukan dan meneguhkan iman.

Hadirkanlah cahaya-Mu dalam setiap sudut hidup kami. Jauhkan kami dari sikap acuh tak acuh terhadap Injil. Bangkitkan kerinduan untuk mewartakan Sabda melalui hidup yang sederhana, jujur, dan penuh kasih di tengah dunia.

Kuatkan Gereja-Mu agar terus setia mewartakan Injil demi persatuan dan keselamatan banyak orang. Semoga Sabda yang kami renungkan menjadi pelita dalam perjalanan iman, menuntun langkah kami menuju kehidupan yang berkenan dan setia pada kehendak-Mu. Amin.

Ya Tuhan, segarkan selalu semangat kami dalam mendalami Sabda-Mu dan mewartakannya ke tengah dunia. Amin.

Tags: Renungan
Share: X (Twitter) Facebook LinkedIn Whatsapp Telegram

Artikel Lainnya