Tanggal: 11 Januari 2026
Perayaan: Pesta Pembaptisan Tuhan
Warna Liturgi: Putih
📖 Bacaan Pertama
Yes. 42:1-4.6-7
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
🎵 Mazmur Tanggapan
Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.
Dan suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.
Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!”
TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
📖 Bacaan Kedua
Kis. 10:34-38
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.
Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.
Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
✝️ Bacaan Injil
Matius 3:13-17
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Dan Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”
Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”
Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya — maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku –, firman-Nya:
“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”
Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: “Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau.”
Beginilah firman TUHAN: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,
untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka.
Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Januari 2026
Pesta Pembaptisan Tuhan yang kita rayakan hari ini mengakhiri lingkaran Natal dalam kalenderium liturgi. Pembaptisan-Nya oleh Yohanes di Sungai Yordan adalah permulaan tugas-Nya melayani banyak orang.
Sebagai utusan Bapa, Yesus akan membawa kabar baik dan akan memaklumkan Kerajaan Allah di tengah bangsa-bangsa. Dalam peristiwa pembaptisan ini, Yesus didaulat sebagai Raja yang diurapi, seorang Mesias dan Anak Allah.
Ketika Yesus keluar dari dalam air, terbukalah langit dan Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Turunnya Roh Kudus menandai pengurapan Yesus sebagai Raja dan Anak Allah.
Maklumat Ilahi terdengar dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Seruan ini merupakan ketetapan Ilahi bagi Yesus yang kepada-Nya segala hal baik, mukjizat-mukjizat, serta keselamatan akan dinyatakan.
Sebagaimana nubuat Yesaya bahwa Yesus tak akan berseru dan berteriak-teriak, Ia takkan memotong rumput yang terkulai, tetapi akan berkeliling sambil berbuat baik. Yesus akan membawa pembebasan bagi setiap orang yang terpenjara dalam kegelapan.
Peristiwa turunnya Roh Kudus atas Yesus juga menegaskan bahwa Dia adalah hamba Allah yang akan menjadi satu-satunya harapan bagi bangsa yang tertindas, orang-orang buta, mereka yang dalam tawanan dan penjara sebagaimana yang diungkapkan oleh Yesaya.
Apa yang dilakukan Yesus adalah misi utama dari Allah yang mengutus-Nya. Rasul Paulus mengungkapkan bahwa Yesus yang diurapi itu akan memberitakan damai sejahtera, Dia akan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis.
Kita bersyukur karena Allah berkenan mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita. Dengan demikian, kita pun mesti selalu sadar akan Roh Kudus yang kita terima dalam baptisan kita masing-masing.
Rahmat baptisan itu adalah meterai suci yang kita terima karena dengannya kita menjadi anak-anak Allah yang memiliki tanggung jawab untuk meneladan Yesus melalui pelayanan kasih yang tanpa batas bagi semua orang.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Perayaan Pesta Pembaptisan Tuhan menandai awal misi Yesus yang dipenuhi oleh Roh Kudus untuk menyelamatkan umat manusia. Dalam bacaan pertama dari Yesaya, kita melihat gambaran hamba Allah yang lembut dan penuh kasih, yang tidak hanya datang untuk menghakimi, tetapi untuk membawa pembebasan dan terang bagi mereka yang terperangkap dalam kegelapan. Dia adalah harapan bagi bangsa-bangsa, menjawab panggilan Allah untuk menjadi perjanjian bagi umat manusia.
Dalam Injil Matius, kebangkitan Yesus dari air pembaptisan menandakan pengurapan-Nya sebagai Mesias dan Anak Allah. Suara Ilahi yang terdengar dari langit menegaskan identitas-Nya dan misi-Nya untuk membawa damai dan keselamatan. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya pengurapan Roh Kudus yang kita terima dalam baptisan, yang memanggil kita untuk menjadi saksi dan pelayan kasih Allah di dunia ini.
Sebagai murid Kristus, kita diajak untuk meneladani Yesus dalam pelayanan kita kepada sesama. Kita tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih Tuhan, tetapi juga untuk menyalurkannya kepada orang-orang di sekitar kita. Dalam setiap tindakan kasih, kita dapat menjadi terang yang menerangi kegelapan dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Dengan demikian, misi kita sebagai umat beriman adalah untuk terus bersinar, membawa damai, dan menunjukkan kasih Kristus kepada dunia yang membutuhkan.
🙏 Doa
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang penuh syukur dan tenang. Pesta Pembaptisan Tuhan mengajak kita kembali mengingat awal panggilan iman kita sendiri. Dalam keheningan sejenak, mari membuka diri agar rahmat baptisan yang pernah diterima semakin hidup dan menuntun langkah harian kita.
Bapa, syukur kami panjatkan atas Putra-Mu terkasih yang rela turun ke dalam air, memulai jalan pelayanan dengan rendah hati. Melalui pembaptisan-Nya, kasih keselamatan dinyatakan bagi semua bangsa. Semoga peristiwa suci ini meneguhkan iman dan menyalakan kembali semangat untuk berjalan dalam terang serta ketaatan.
Curahkanlah Roh Kudus yang sama ke dalam hati kami, agar keberanian untuk berbuat baik tidak pernah padam. Di tengah dunia yang terluka, sering gelap dan tertindas, mampukan kami menjadi pembawa damai, penghiburan, dan harapan, sebagaimana teladan Yesus yang berkeliling sambil menyembuhkan dan membebaskan.
Rahmat baptisan yang telah dimeteraikan kiranya terus bekerja dalam hidup kami. Jadikan setiap langkah sebagai wujud tanggung jawab sebagai anak-anak Allah, yang terpanggil melayani tanpa pilih kasih. Semoga seluruh hidup kami menjadi kesaksian kasih, hingga Kerajaan Allah semakin nyata di tengah dunia. Amin.
Tuhan, semoga Roh Kudus selalu membarui diri kami di dalam mengupayakan kebaikan dan kesejahteraan bagi sesama. Amin.
Artikel Lainnya
-
7 menit bacaan
-
Renungan 9 Januari 2026, Kuasa Iman dalam Kesembuhan Sejati
6 menit bacaan -
Renungan 8 Januari 2026, Mewartakan Kasih dalam Tindakan
6 menit bacaan -
Renungan 7 Januari 2026, Kehadiran Tuhan di Tengah Ketakutan
6 menit bacaan -
Renungan 5 Januari 2026, Menjadi Terang di Tengah Kegelapan
6 menit bacaan -
Renungan 4 Januari 2026, Mencari Terang dalam Kegelapan
10 menit bacaan -
Renungan 1 Januari 2026, Sukacita dalam Menyambut Penebus
8 menit bacaan