Tanggal: 8 Januari 2026
Perayaan: Hari Biasa sesudah penampakan Tuhan
Warna Liturgi: Putih
📖 Bacaan Pertama
1Yoh. 4:19-5:4
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
🎵 Mazmur Tanggapan
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.
Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan; dan biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon, bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi.
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
✝️ Bacaan Injil
Lukas 4:14-22a
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Hari ini Yesus mencanangkan misi pelayanan-Nya. Sejak awal sudah tampak siapakah Yesus itu. Dia sudah dinubuatkan oleh para nabi. Sejak usia dua belas tahun ia sudah senang tinggal di bait suci di rumah Bapa-Nya. Ia mempertegas identitas-Nya dengan membaca nubuat Nabi Yesaya,
“Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, pembebasan bagi orang tertindas dan memberitakan tahun rahmat Tuhan.”
Yesus mendapat mandat dari Bapa-Nya untuk menghadirkan keselamatan bagi banyak orang. Misi Yesus ini disampaikan-Nya dengan tegas di rumah ibadah di mana banyak orang menyaksikan-Nya.
Banyak orang memuji-Nya, tetapi tidak sedikit yang terheran-heran dengan kepiawaian-Nya dalam berkhotbah sehingga tentu dari antara orang-orang itu akan ada yang menghujat dan tidak respek pada-Nya. Akan tetapi, Yesus tetap fokus pada misi-Nya melalui pengajaran dan tindakan-Nya mewartakan kebenaran.
Dalam hidup ini, kita semua pasti mempunyai misi yang hendak dicapai. Dengan semangat kasih Allah dan untuk kebaikan bersama, hendaklah kita tetap fokus menggenapi misi kita tanpa gentar dan takut di hadapan banyaknya tantangan berupa penolakan, cemoohan, cibiran, dan ejekan orang lain.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan pertama dari 1 Yohanes mengajak kita untuk memahami esensi kasih sebagai tindakan yang harus terwujud dalam hubungan kita dengan sesama. Kasih bukan hanya perasaan, tetapi juga komitmen untuk mengasihi bahkan mereka yang sulit untuk kita cintai. Dalam konteks ini, kita diingatkan bahwa mengasihi Allah berarti kita juga harus mengasihi saudara kita, menciptakan sebuah hubungan timbal balik yang mendalam dan berbuah bagi kehidupan iman kita.
Injil Lukas menampilkan Yesus yang mengumumkan misi-Nya kepada umat dengan semangat yang tidak tergoyahkan. Yesus mengidentifikasi diri-Nya sebagai penggenapan nubuat, yang dibawa untuk membawa kabar baik, pembebasan, dan penglihatan bagi mereka yang membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diundang untuk menjadi penerus misi ini, menghadirkan kasih dan harapan di tengah masyarakat yang sering kali mengalami penindasan dan ketidakadilan.
Renungan ini mengajak kita untuk merenungkan misi pribadi kita masing-masing. Seperti Yesus, kita juga mempunyai misi yang harus dijalani, meskipun harus menghadapi tantangan dan penolakan. Fokus pada tujuan dan semangat untuk melayani dengan kasih, akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih beriman dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Dalam setiap langkah kehidupan, marilah kita selalu ingat untuk membawa kasih Allah kepada sesama sebagai manifestasi iman yang sejati.
Artikel Lainnya
-
6 menit bacaan
-
Renungan 7 Januari 2026, Kehadiran Tuhan di Tengah Ketakutan
6 menit bacaan -
Renungan 5 Januari 2026, Menjadi Terang di Tengah Kegelapan
6 menit bacaan -
Renungan 4 Januari 2026, Mencari Terang dalam Kegelapan
10 menit bacaan -
Renungan 1 Januari 2026, Sukacita dalam Menyambut Penebus
8 menit bacaan -
Renungan 31 Desember 2025, Menyambut Tahun Baru dengan Yesus
8 menit bacaan