Tanggal: 5 Januari 2026
Perayaan: Hari Biasa sesudah penampakan Tuhan
Warna Liturgi: Putih
📖 Bacaan Pertama
1Yoh. 3:22-4:6
dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.
🎵 Mazmur Tanggapan
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,
✝️ Bacaan Injil
Matius 4:12-17.23-25
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
“Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, —
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Yesus tampil di Galilea dengan membawa terang bagi bangsa-bangsa yang tengah dalam kegelapan. Terang yang dibawa-Nya adalah damai dan harapan. Kepada mereka la mewartakan, “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”
Diri, sabda, serta karya Yesus menghadirkan kesejahteraan lahir dan batin bagi bangsa yang sedang dalam kemelut hidup, krisis dan pengalaman-pengalaman pahit lainnya.
Dengan demikian, seruan dan karya Yesus hari ini kembali menyentak kesadaran kita untuk menjadi penyebar harapan dan damai di tengah sesama. Di sekitar kita begitu banyak peristiwa berupa krisis kemanusiaan, bencana, konflik, perang, dan sebagainya.
Iman kita akan Kristus menuntut kita untuk terlibat secara nyata dalam mengupayakan perdamaian, menyebarkan harapan dan bertindak konkret untuk melayani sesama yang menderita.
Aksi Yesus dalam mengajar, menyembuhkan, dan menyelamatkan orang yang menderita itu tentu lahir dari kesadaran akan tanggung jawab-Nya untuk mengalirkan kasih yang diterima-Nya dari Allah Bapa.
Maka, kita pun hendaknya selalu sadar dan terus membuka hati bagi panggilan ilahi untuk selalu memiliki sense of crisis, lantas tergerak untuk berpartisipasi secara kreatif dalam pelayanan konkret dengan berbagi, menemani, dan menyelamatkan orang-orang yang menderita.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Dalam bacaan pertama dari 1 Yohanes, kita diingatkan bahwa iman kita kepada Yesus Kristus dan kasih kepada sesama adalah inti dari perintah Allah. Iman yang tulus menuntut kita untuk tidak hanya percaya, tetapi juga untuk bertindak sesuai dengan kasih yang telah kita terima. Ketika kita menuruti perintah-Nya, kita menjadi wadah bagi Roh Allah yang memberi kita kekuatan untuk menghadapi segala tantangan, termasuk tantangan untuk menguji roh-roh yang menyesatkan di dunia ini.
Bacaan Injil dari Matius menyoroti misi Yesus yang membawa terang kepada mereka yang hidup dalam kegelapan. Pesan Yesus untuk bertobat menjadi panggilan bagi kita semua untuk menyadari betapa pentingnya perubahan hati dalam menghadapi kesulitan hidup. Di tengah berbagai krisis kemanusiaan dan tantangan sosial yang kita hadapi, Yesus mengajak kita untuk menjadi agen perubahan, menghadirkan damai dan harapan bagi orang-orang yang menderita. Kita diajak untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku kasih dalam tindakan nyata.
Renungan ini mengajak kita untuk membuka hati dan pikiran kita terhadap penderitaan sesama. Dalam setiap tindakan kecil kita—apakah itu berbagi, menemani, atau membantu mereka yang membutuhkan—kita dapat menghadirkan kasih Allah kepada dunia. Tindakan kita tidak hanya berdampak pada orang lain, tetapi juga menjadi cara kita menghidupi iman kita. Dengan demikian, kita tidak hanya menerima terang, tetapi juga menjadi terang bagi orang lain, melanjutkan misi Yesus dalam dunia yang sering kali gelap dan penuh tantangan.
Artikel Lainnya
-
10 menit bacaan
-
Renungan 1 Januari 2026, Sukacita dalam Menyambut Penebus
8 menit bacaan -
Renungan 31 Desember 2025, Menyambut Tahun Baru dengan Yesus
8 menit bacaan -
Renungan 29 Desember 2025, Ketaatan yang Menghadirkan Terang
8 menit bacaan -
Renungan 27 Desember 2025, Iman yang Melihat Jejak Kristus
7 menit bacaan -
Renungan 26 Desember 2025, Setia dalam Penganiayaan
7 menit bacaan