Tanggal: 26 Januari 2026
Perayaan: Perayaan Wajib St. Timotius dan Titus
Warna Liturgi: Putih
📖 Bacaan Pertama
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus,
kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
🎵 Mazmur Tanggapan
Mazmur 96:1-2a..2b-3.7-8a.10
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.
Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
✝️ Bacaan Injil
Lukas 10:1-9
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Bagi penginjil Lukas, pewartaan Injil merupakan tugas utama setiap murid yang dipilih Yesus. Melalui pewartaan, orang dihadapkan pada Yesus dan harus mengambil sikap yang jelas dalam misi kemuridannya.
Perutusan para murid adalah mewartakan keselamatan yang telah datang dan hadir di tengah dunia. Keselamatan itu menyata dalam kehadiran Yesus yang memberikan damai sejahtera berkelimpahan, pembebasan bagi para tawanan,
terang bagi kegelapan dan penyembuhan bagi yang menderita sakit. Kepada para murid-Nya, Yesus menyerukan, “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”
Ada risiko kemuridan yang dipikul oleh setiap orang yang diutus. Risiko-risiko itu ditemukan dalam dinamika pelayanan. Akan tetapi, Yesus memberi jaminan bahwa risiko kemuridan itu tidak akan menjadi beban penghalang pelayanan jika para murid-Nya total mengandalkan Allah.
Maka, Yesus meminta para murid untuk tidak perlu membawa barang-barang lahiriah yang justru akan menjadi pengalih fokus dalam pelayanan. Para murid dan juga kita semua hendaknya bergantung sepenuhnya pada penyelenggaraan Ilahi.
Kita yakin bahwa iman akan Allah tidak akan pernah sia-sia, tetapi justru mengantar kita pada sukacita sejati sebagai murid-murid-Nya.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan pertama dari Paulus kepada Timotius mengingatkan kita akan pentingnya iman yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Iman yang tulus ikhlas, seperti yang dimiliki Lois dan Eunike, menjadi fondasi bagi setiap murid untuk mengobarkan karunia Allah yang ada dalam diri mereka. Dalam dunia yang sering kali menghadapi tantangan dan ketakutan, Paulus menekankan bahwa Allah memberikan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban, bukan ketakutan. Hal ini menjadi pengingat bagi kita untuk tidak malu bersaksi tentang iman kita, meskipun dalam situasi sulit.
Mazmur 96 mengajak kita untuk bersukacita dan memuji Tuhan, memberitakan keselamatan-Nya kepada seluruh dunia. Pujian kita bukan hanya sekadar ungkapan syukur, tetapi juga sebuah perintah untuk mengungkapkan kemuliaan-Nya di tengah bangsa-bangsa. Dengan menegaskan bahwa Tuhan adalah Raja, kita diingatkan akan tanggung jawab kita untuk menjadi saksi dan pewarta kebaikan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan Injil dari Lukas menunjukkan perutusan Yesus kepada murid-murid-Nya dengan penekanan pada kepercayaan dan ketergantungan kepada Allah dalam misi mereka. Diutus seperti ‘anak domba di tengah serigala’, para murid dihadapkan pada kenyataan bahwa misi mereka tidak akan selalu mudah. Namun, Yesus menekankan pentingnya mengandalkan penyelenggaraan Ilahi dan tidak terbebani oleh keperluan duniawi. Dalam konteks kehidupan kita, ini berarti menanggalkan ketakutan dan kekhawatiran yang sering kali membelenggu kita, dan dengan penuh iman melangkah dalam tugas yang telah diberikan kepada kita. Dengan mengandalkan Allah, kita akan menemukan damai sejahtera yang sejati dan sukacita dalam menjalani misi kita di dunia ini.
Artikel Lainnya
-
7 menit bacaan
-
Renungan 3 Februari 2026, Belas Kasih yang Mengubah Hidup
9 menit bacaan -
Renungan 1 Februari 2026, Kebahagiaan dalam Kerendahan Hati
9 menit bacaan -
Renungan 31 Januari 2026, Iman yang Tenang di Tengah Badai
8 menit bacaan -
Renungan 30 Januari 2026, Benih Kerajaan dalam Kesederhanaan
8 menit bacaan -
Renungan 29 Januari 2026, Menjadi Cahaya dalam Kegelapan
7 menit bacaan -
Renungan 28 Januari 2026, Menanggapi Rahmat dengan Tulus
10 menit bacaan -
Renungan 25 Januari 2026, Terang di Tengah Kegelapan
9 menit bacaan