Tanggal: 29 November 2025
Perayaan: Hari biasa
Warna Liturgi: Hijau
📖 Bacaan Pertama
Dan. 7:15-27
Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku.
Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;
sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya;
dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka,
sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.
Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.
Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
🎵 Mazmur Tanggapan
Pujilah Tuhan, hai anak-anak manusia, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai Israel, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Juga pujilah Tuhan, hai para imam Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai para hamba Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Juga pujilah Tuhan, hai roh dan jiwa orang-orang benar, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai semua yang mursid dan rendah hati, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
BAIT PENGANTAR INJIL – Renungan Harian 29 November 2025
Reff. : Alleluya.
Ayat : (Luk 21 : 36) Berjaga-jagalah dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.
✝️ Bacaan Injil
Lukas 21:34-36
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan sebuah kekuatan kepada kita para pengikut-Nya untuk mampu menghadapi pencobaan yang berlangsung sepanjang hidup kita.
Dia mengajak kita untuk berdoa supaya kita memiliki kekuatan dalam menghadapi semua itu. Sebab senjata orang beriman adalah berdoa. Yesus tidak akan membiarkan kita terlena atau tidak siap dalam menghadapi akhir zaman, yang bisa datang kapan dan di mana pun.
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa. Hari Tuhan akan datang secara tiba-tiba. Kita diajak untuk berjaga-jaga agar bila hari itu tiba, kita dijumpai dalam keadaan siap sedia, sedang melakukan kebajikan dan berbagai kebaikan.
Kita diajak untuk menggunakan hidup yang singkat ini dengan melakukan kebaikan dan menghadirkan kedamaian serta sukacita bagi banyak orang. Inilah cara mengisi kehidupan rohani harian kita dalam memenuhi komunikasi spiritual dengan Allah.
Bila kita mengikuti komunitas doa dan devosi, sebaiknya kita juga semakin memikirkan kegiatan sosial dan kebersamaan. Karena tindakan itulah yang menjadikan komunitas akan makin bermakna secara vertikal dan horizontal, kepada Allah dan kepada sesama.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan dari Daniel dan Injil Lukas mengingatkan kita akan pentingnya kesiapan spiritual dalam menghadapi tantangan dan pencobaan hidup. Daniel menggambarkan visi tentang kerajaan-kerajaan yang akan datang, di mana akhirnya pemerintahan Allah akan diberikan kepada orang-orang kudus-Nya. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kekuatan dan penguasa yang menantang, pada akhirnya, Allah akan memberikan keadilan dan pemerintahan kepada umat-Nya. Dalam konteks hidup kita sehari-hari, kita diajak untuk menyadari bahwa dunia ini penuh dengan tantangan yang bisa mengganggu hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.
Injil Lukas menekankan perlunya berjaga-jaga dan berdoa, agar kita tidak terjebak dalam kesibukan dunia yang dapat mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang lebih penting. Yesus mengajarkan kita untuk berdoa sebagai senjata terbaik kita dalam menghadapi cobaan. Dengan doa, kita memohon kekuatan untuk tetap teguh di jalan-Nya, dan untuk melakukan kebaikan di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi ini. Kesiapan spiritual ini bukan hanya tentang menjaga diri dari dosa, tetapi juga tentang aktif dalam melakukan kebajikan dan menyebarkan sukacita kepada orang lain.
Akhirnya, hidup dalam kesiapan spiritual mengajak kita untuk berkomunitas, berbagi, dan saling mendukung dalam iman. Ketika kita terlibat dalam kegiatan sosial dan kebersamaan, kita tidak hanya memperkuat hubungan kita dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama. Melalui tindakan nyata, kita dapat menghadirkan kedamaian dan sukacita, menjadikan hidup kita lebih bermakna. Dengan demikian, kita tidak hanya menunggu hari Tuhan dengan pasif, tetapi aktif dalam membangun Kerajaan Allah di bumi ini.