Tanggal: 27 Maret 2026
Perayaan: Hari Biasa Pekan V Prapaskah
Warna Liturgi: Ungu
📖 Bacaan Pertama
Yer. 20:10-13
Aku telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”
Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!
Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
🎵 Mazmur Tanggapan
Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.
Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,
tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.
Lalu goyang dan goncanglah bumi, dan dasar-dasar gunung gemetar dan goyang, oleh karena menyala-nyala murka-Nya.
✝️ Bacaan Injil
Yohanes 10:31-
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah — sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan –,
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Penolakan orang Yahudi terhadap Yesus mencapai puncaknya ketika Yesus berbicara tentang domba-domba-Nya dan menyatakan kesatuan-Nya dengan Bapa.
Yesus menggambarkan hubungan-Nya dengan para pengikut-Nya seperti gembala dengan domba. la berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yoh. 10:27).
Namun kepada orang-orang Yahudi yang menolak-Nya, la berkata, “Kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku” (Yoh. 10:26). Iman bukan hanya soal pengetahuan, melainkan soal relasi dan keterbukaan hati.
Pernyataan Yesus ini adalah deklarasi tentang kesatuan dengan Allah Bapa. Bukan sekadar kesatuan kehendak, melainkan kesatuan hakikat. Reaksi orang Yahudi sangat keras. Mereka mengambil batu untuk melempari Dia karena mereka menganggap Dia menghujat, sebab “Engkau, hanya seorang manusia, menjadikan diri-Mu Allah” (Yoh. 10:33).
Penolakan ini bukan karena kurangnya bukti. Mereka telah melihat bagaimana Yesus melakukan banyak pekerjaan baik dan mukjizat. Akan tetapi, karena ketegaran hati dan ketakutan akan kehilangan otoritas keagamaan, mereka tidak bisa menerima bahwa Mesias datang dalam wujud yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan pertama dari Yeremia menggambarkan penderitaan seorang nabi yang dihadapkan pada penolakan dan ancaman, namun tetap bersandar pada Tuhan sebagai sumber kekuatan dan pelindung. Dalam kesesakan, Yeremia mengingat bahwa Tuhan adalah pahlawan yang menyertainya, yang akan membebaskan orang-orang yang teraniaya dari tangan penindas. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap situasi sulit, iman yang teguh kepada Tuhan akan membawa ketenangan dan harapan, meskipun tantangan datang dari berbagai arah.
Bacaan Injil dari Yohanes mengungkapkan penolakan orang-orang Yahudi terhadap Yesus, yang menyatakan kesatuan-Nya dengan Bapa. Yesus menjelaskan bahwa domba-domba-Nya mendengarkan suara-Nya dan mengikuti-Nya. Penolakan ini bukan hanya disebabkan oleh kurangnya bukti, tetapi lebih karena ketegaran hati dan ketakutan akan kehilangan otoritas. Dalam hidup sehari-hari, kita sering kali menolak suara Tuhan karena ekspektasi pribadi atau ketakutan akan perubahan. Iman yang hidup membutuhkan keterbukaan hati untuk mendengarkan dan mengikuti panggilan Tuhan.
Kesatuan yang dinyatakan oleh Yesus menekankan bahwa hubungan kita dengan Allah tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga relasional. Dalam dunia yang penuh dengan kebisingan dan kebingungan, penting bagi kita untuk menemukan waktu untuk mendengar suara Tuhan. Setiap mukjizat dan pekerjaan baik yang dilakukan Yesus adalah bukti nyata dari kasih dan kuasa Allah yang mengundang kita untuk beriman. Mari kita berusaha untuk lebih mendengarkan suara-Nya dan membangun hubungan yang lebih dalam, agar kita juga dapat menjadi saksi kasih Allah di dunia ini.