Tanggal: 22 Maret 2026
Perayaan: HARI MINGGU PRAPASKAH V
Warna Liturgi: Ungu
📖 Bacaan Pertama
Yeh. 37:12-14
Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.
Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.
Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.”
🎵 Mazmur Tanggapan
Mazmur 130:1-2.3 4ab.40- 6.7-8
Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.
📖 Bacaan Kedua
Rm. 8:8-11
Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Dan tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
✝️ Bacaan Injil
Yohanes 11:3-7.17.20-27.33b-45
Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.”
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Mari kita kembali lagi ke Yudea.”
Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”
Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.”
Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
“Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”
Maka menangislah Yesus.
Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”
Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”
Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”
Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
💭 Renungan
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Lalu kata Harun kepada Musa: “Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami.
Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya.”
Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: “Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia.”
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali.”
Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali.
Renungan Harian Hari Ini dan Injil 22 Maret 2026
Kisah kematian dan kebangkitan Lazarus sangat menggugah, bukan hanya karena kuasa Yesus atas kematian, melainkan juga karena kedalaman emosi dan iman yang terungkap di dalamnya.
Lazarus adalah saudara dari Marta dan Maria. Mereka tinggal di Betania. Yesus bersahabat baik dengan mereka. la singgah di rumah mereka dan merasakan kehangatan penyambutan serta pelayanan keluarga ini.
Ketika Lazarus jatuh sakit, kedua saudarinya mengirim kabar kepada Yesus. Namun, Yesus sengaja menunda kedatangan-Nya selama dua hari. Ketika la tiba, Lazarus telah mati dan dikuburkan selama empat hari.
Dalam percakapan-Nya dengan Marta, Yesus menyatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup. Siapa yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh. 11:25). Ini adalah inti feologis dari seluruh peristiwa. Yesus tidak hanya memberi hidup, la adalah sumber hidup itu sendiri.
Yesus datang ke makam, menangis bersama mereka yang berduka, lalu berseru dengan suara keras, “Lazarus, keluarlah!” Lazarus pun keluar dari kubur, masih terikat kain kafan. Selain disambut dengan sukacita, kebangkitan Lazarus juga memperdalam konflik Yesus dengan para pemimpin agama Yahudi.
Banyak orang Yahudi percaya kepada Yesus setelah melihat mukjizat itu. Namun, para pemimpin agama merasa terancam dan mulai merencanakan untuk membunuh Dia (Yoh.11:45-53). Bahkan, Lazarus sendiri menjadi target sebab banyak orang percaya kepada Yesus karena dia.
Sukacita hidup beriman, seperti pengalaman Marta dan Maria, sering kali bersamaan dengan kecemburuan, kebencian, dan iri hati pihak-pihak yang merasa otoritas dan kewibawaannya terganggu.
🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)
Bacaan pertama dari kitab Yehezkiel menegaskan janji Allah untuk membangkitkan umat-Nya dari kematian dan kesedihan. Dalam konteks ini, kebangkitan Lazarus menjadi perwujudan nyata dari janji tersebut. Yesus, yang berkuasa atas hidup dan mati, menggambarkan bahwa iman kepada-Nya membawa kehidupan kekal, bahkan di tengah situasi paling suram sekalipun. Ketika kita menghadapi tantangan dan kehilangan, kita diingatkan untuk berseru kepada Tuhan, sama seperti penulis Mazmur yang menantikan pertolongan dan pengampunan-Nya.
Dalam perikop Injil Yohanes, kita melihat kedalaman kasih Yesus kepada Marta dan Maria, serta bagaimana kasih-Nya mengatasi kematian. Pertanyaan yang diajukan Yesus kepada Marta, ‘Percayakah engkau akan hal ini?’ menggugah kita untuk merenungkan iman kita sendiri. Apakah kita percaya bahwa di dalam Yesus terdapat kebangkitan dan kehidupan? Yesus tidak hanya menunjukkan kuasa-Nya dengan membangkitkan Lazarus, tetapi juga mengajak kita untuk menyadari bahwa setiap kesedihan dan kehilangan bisa diubah menjadi sukacita melalui iman.
Peristiwa ini juga mencerminkan kompleksitas hubungan manusia dengan iman. Di satu sisi, banyak orang percaya kepada Yesus setelah melihat mukjizat-Nya, namun di sisi lain, para pemimpin agama merasa terancam dan mulai merencanakan untuk menghentikan-Nya. Ini menunjukkan bahwa iman yang tulus sering kali akan menghadapi tantangan dan penolakan dari lingkungan sekitar. Dalam hidup kita, kita juga mungkin akan menghadapi situasi di mana iman kita diuji, namun dengan berpegang pada janji kebangkitan dan kasih setia Tuhan, kita dapat menemukan kekuatan untuk terus melangkah maju dengan harapan.
🙏 Doa
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Dalam kisah Lazarus, kita melihat bahwa harapan tidak pernah benar-benar mati di hadapan Tuhan. Bahkan di tengah kesedihan dan ancaman, kasih dan kuasa-Nya tetap bekerja. Semoga sabda hari ini meneguhkan iman kita untuk tetap percaya dan berharap.
Ya Yesus, di hadapan-Mu kami membawa segala pengalaman hidup kami: kegembiraan, harapan, juga duka dan ketakutan yang kadang terasa seperti kegelapan kubur. Dalam belas kasih-Mu, bangkitkanlah iman yang lemah dan kuatkan hati kami agar tetap percaya bahwa hidup selalu menemukan jalan di dalam terang-Mu.
Ajarlah kami untuk tetap setia berjalan bersama-Mu, bahkan ketika langkah hidup terasa berat dan penuh pertanyaan. Tanamkanlah dalam hati kami keberanian untuk berharap, seperti Marta dan Maria yang tetap percaya akan janji kehidupan yang berasal dari kasih-Mu.
Sertailah umat-Mu yang berjuang mempertahankan iman di tengah berbagai tantangan, kecemburuan, dan penolakan. Jadikanlah hidup kami saksi yang sederhana namun nyata tentang harapan dan kehidupan baru yang berasal dari-Mu, sehingga banyak orang semakin percaya dan memuliakan nama-Mu. Amin.
Ya Tuhan, semoga kami mampu keluar dari kubur kebencian dan iri hati, lalu bangkit dan menerima hidup baru dalam Engkau. Amin.