Tanggal: 26 Februari 2026

Perayaan: Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Warna Liturgi: Ungu

📖 Bacaan Pertama

Est. 4:10a.10

Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:

“Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.”

Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,

Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.


🎵 Mazmur Tanggapan

Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.

TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!


✝️ Bacaan Injil

Matius 7:7-12

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,

atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.


💭 Renungan

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Ratu Ester tampil sebagai sosok beriman yang berani. Di tengah ancaman terhadap bangsanya, dia tak hanya berdoa secara pribadi, tetapi juga bertindak. la mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain.

Doa dan aksi bersatu dalam langkahnya. Inilah wujud iman yang tidak tinggal diam melihat ketidakadilan dan penderitaan sesama.

Yesus dalam bacaan Injil mengajak kita untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Namun, la juga mengingatkan: perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Artinya, doa tidak boleh lepas dari relasi dengan sesama.

Percuma berdoa panjang jika masih menyakiti orang lain, menyebar kebencian, atau cuek terhadap mereka yang menderita.

Hari ini kita diundang untuk menjadi pribadi yang peka dan peduli. Jangan hanya berharap pertolongan Tuhan untuk diri sendiri, tetapi jadilah juga saluran kasih-Nya bagi orang lain.

Dunia membutuhkan lebih banyak orang seperti Ester yang berani, peduli, dan bertindak dengan iman. Maukah kita menjadi salah satu darinya?


🤖 Ringkasan & Refleksi (AI)

Bacaan pertama dari Kitab Ester menggambarkan keberanian Ratu Ester yang berisiko mempertaruhkan hidupnya demi menyelamatkan bangsanya. Keberanian ini bukan hanya lahir dari iman, tetapi juga dari tindakan konkret yang diilhami oleh doa. Ester menunjukkan bahwa iman sejati tidak hanya bersifat pribadi, melainkan harus terwujud dalam tindakan nyata untuk menanggapi ketidakadilan dan penderitaan orang lain. Dia mengingatkan kita bahwa ada saat-saat dalam hidup ketika kita harus melangkah maju dan mengambil risiko demi kebaikan sesama.

Dalam Mazmur, kita diajak untuk bersyukur dan mengandalkan Tuhan, yang selalu mendengarkan dan menjawab doa kita. Ketika kita berada dalam kesesakan, Tuhan hadir untuk memberikan kekuatan dan perlindungan. Ini adalah pengingat bahwa relasi kita dengan Tuhan harus mengalir dalam tindakan kasih dan perhatian terhadap orang lain. Doa yang tulus seharusnya mendorong kita untuk menjadi lebih peka terhadap kebutuhan di sekitar kita dan berkontribusi dalam mengatasi masalah yang ada.

Bacaan Injil dari Matius menegaskan pentingnya relasi dengan sesama, di mana Yesus mendorong kita untuk meminta, mencari, dan bertindak. Ia mengingatkan kita untuk memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Pesan ini menciptakan jembatan antara iman dan tindakan, di mana doa harus disertai dengan tindakan kasih. Dalam dunia yang sering kali egois, kita dipanggil untuk tidak hanya mencari pertolongan bagi diri kita sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam komunitas. Dengan meneladani keberanian Ester dan mengikuti ajaran Yesus, kita dapat membawa kasih Tuhan kepada mereka yang membutuhkannya.

Tags: Renungan
Share: X (Twitter) Facebook LinkedIn Whatsapp Telegram